Mardiono Resmi Pimpin PPP Lagi Lewat Aklamasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhamad Mardiono (tengah duduk) terpilih kembali secara aklamasi dalam Muktamar X PPP yang dihelat di kawasan Ancol, Jakarta Utara, 27 September 2025. (Foto: Tempo/Ervana)

Muhamad Mardiono (tengah duduk) terpilih kembali secara aklamasi dalam Muktamar X PPP yang dihelat di kawasan Ancol, Jakarta Utara, 27 September 2025. (Foto: Tempo/Ervana)

Britainaja, Jakarta – Muhammad Mardiono kembali di percaya memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setelah di tetapkan sebagai ketua umum melalui aklamasi. Keputusan itu di ambil dalam Muktamar ke-10 PPP yang berlangsung di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025) malam.

Penetapan Mardiono di percepat setelah forum sempat di warnai ketegangan pada sesi pembukaan. Pimpinan sidang, Amir Uskara, mengumumkan hasil aklamasi di hadapan peserta muktamar. “Kami resmi menetapkan Pak Mardiono sebagai ketua umum PPP untuk periode 2025-2030,” ujarnya.

Menurut pengurus PPP, keputusan aklamasi di ambil sebagai langkah darurat. Awalnya, agenda pemilihan ketua umum di jadwalkan berlangsung hingga Senin (29/9/2025), namun di percepat guna menjaga stabilitas internal partai.

Partai menegaskan bahwa proses ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Muktamar sendiri merupakan forum tertinggi partai yang di gelar setiap lima tahun sekali untuk menentukan kepengurusan serta arah politik ke depan.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca BMKG Ibu Kota Provinsi di Indonesia, 15 Desember

Mardiono bukan sosok baru di pucuk pimpinan PPP. Ia sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas ketua umum sejak September 2022, menggantikan Suharso Monoarfa yang di copot setelah menuai kontroversi akibat pernyataan terkait “amplop Kiai.”

Dengan aklamasi ini, Mardiono akan memimpin PPP hingga 2030. Kepemimpinannya di harapkan dapat membawa partai keluar dari situasi sulit usai gagal masuk parlemen pada Pemilu 2024.

PPP menghadapi situasi krusial setelah kehilangan kursi di Senayan. Pada pemilu 2024, partai berlambang Ka’bah itu hanya memperoleh 5.878.777 suara atau 3,87 persen, tidak memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

Kondisi ini menjadi pukulan berat karena untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 1973, PPP gagal melenggang ke DPR RI. Dengan kepemimpinan baru, arah partai selama lima tahun ke depan di prediksi akan fokus pada konsolidasi organisasi dan strategi menghadapi pemilu berikutnya.

Baca Juga :  May Day! Mengenal Sejarah dan Makna Peringatan Hari Buruh Internasional

Selain memilih ketua umum, Muktamar ke-10 juga membahas pembentukan kepengurusan baru serta menentukan garis politik partai hingga 2030. Forum ini di ikuti perwakilan dari seluruh wilayah Indonesia.

Bagi PPP, muktamar kali ini tidak sekadar memilih pemimpin, melainkan juga momentum untuk merebut kembali kepercayaan publik setelah keterpurukan di pemilu terakhir.

Dengan terpilihnya Mardiono secara aklamasi, PPP menegaskan arah barunya untuk bangkit dari kegagalan. Tantangan berat menanti, mulai dari konsolidasi internal hingga upaya mengembalikan posisi partai dalam peta politik nasional. (Tim)

Berita Terkait

Menghitung Mundur Ramadan 2026: Estimasi Tanggal dan Persiapan Penting Menjelang 1447 Hijriah
Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan
Harga Telur Ayam Nasional Merangkak Naik, Waspada Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan
Waspada Cuaca Ekstrem, Surabaya dan Denpasar Berpotensi Hujan Petir Hari Ini
Aturan Baru Rujukan BPJS Kesehatan 2026: Pasien Kini Langsung Dirujuk Berdasarkan Kompetensi Rumah Sakit
Tim SAR Temukan Radar dan Dokumen Penumpang ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Cek Prakiraan Cuaca 19 Januari 2026, Waspada Hujan Petir di Yogyakarta dan Kupang
Prakiraan Cuaca Indonesia 18 Januari 2026, Waspada Hujan Petir
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:01 WIB

Menghitung Mundur Ramadan 2026: Estimasi Tanggal dan Persiapan Penting Menjelang 1447 Hijriah

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:30 WIB

Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB

Harga Telur Ayam Nasional Merangkak Naik, Waspada Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:05 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, Surabaya dan Denpasar Berpotensi Hujan Petir Hari Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 10:30 WIB

Aturan Baru Rujukan BPJS Kesehatan 2026: Pasien Kini Langsung Dirujuk Berdasarkan Kompetensi Rumah Sakit

Berita Terbaru