Mantan Menag Yaqut Dijadwalkan Menghadap Penyidik KPK Hari Ini

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menag Yaqut Dijadwalkan Menghadap Penyidik KPK Hari Ini (Foto: RRI)

Mantan Menag Yaqut Dijadwalkan Menghadap Penyidik KPK Hari Ini (Foto: RRI)

Britainaja – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut sengkarut pelaksanaan haji 2024 memasuki fase krusial. Hari ini, Kamis (12/3/2026), tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Pria yang akrab di sapa Gus Yaqut ini akan di periksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengalihan kuota haji reguler ke kuota haji khusus.

Gedung Merah Putih KPK di prediksi akan menjadi pusat perhatian media sejak pagi. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup mengenai adanya penyalahgunaan kewenangan dalam pendistribusian kuota tambahan haji tahun lalu.

Juru Bicara KPK memberikan kepastian mengenai agenda pemanggilan tersebut. Penegakan hukum ini di lakukan untuk memberikan kejelasan atas hak puluhan ribu calon jemaah haji yang merasa di rugikan akibat pengalihan kuota secara sepihak.

Baca Juga :  Review realme C85 Pro: Ponsel Tangguh Penantang Air Mendidih Harga 2 Jutaan

“Kami telah melayangkan surat panggilan secara patut. Tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap YCQ hari ini. Kami berharap yang bersangkutan kooperatif hadir untuk memberikan keterangan di hadapan penyidik,” ujar Juru Bicara KPK dalam keterangan tertulisnya.

Kasus ini bermula dari temuan Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR yang mengendus adanya kejanggalan pada pembagian kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah. Alih-alih di alokasikan penuh untuk jemaah haji reguler yang sudah mengantre bertahun-tahun, separuh dari kuota tersebut justru di berikan kepada haji khusus atau plus.

Penyimpangan ini di duga melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Berdasarkan aturan tersebut, kuota tambahan seharusnya diprioritaskan untuk jemaah reguler guna memangkas antrean yang sudah mencapai puluhan tahun di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Upaya Pencarian Wira, Remaja Yang Hilang di RKE Belum Membuahkan Hasil

Penyidik KPK saat ini berfokus pada dua poin utama:

  1. Aliran Dana: Mencari bukti adanya suap atau gratifikasi di balik keputusan pengalihan kuota tersebut.

  2. Kerugian Negara: Menghitung potensi kerugian negara atau kerugian bagi masyarakat luas akibat malpraktik birokrasi ini.

Nasib Antrean Haji Indonesia

Sengkarut ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang sudah masuk daftar tunggu kategori lanjut usia. Jika praktik pengalihan kuota ini terus dibiarkan tanpa konsekuensi hukum, integritas tata kelola haji Indonesia dipertaruhkan.

Publik kini menunggu hasil pemeriksaan hari ini. Apakah KPK akan langsung melakukan penahanan atau masih memerlukan keterangan tambahan dari saksi-saksi lain? Yang pasti, kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pejabat publik agar tidak bermain-main dengan hak dasar warga negara dalam menjalankan ibadah. (Tim)

Berita Terkait

Cara Mudah Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP: Cukup Pakai NIK KTP
Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 April 2026
Grab Indonesia Buka Lowongan Kerja Terbaru, Ini Posisi dan Syaratnya
5 Petinggi Sona Topas Kompak Mundur: Langkah Baru atau Tantangan Besar?
Jamin Masa Depan Mahasiswa, Pemkab Jember Kucurkan Rp75 Miliar Lewat Beasiswa Cinta Bergema
Siap-Siap Long Weekend! 1 Mei 2026 Libur Hari Apa? Simak Jadwal Lengkapnya
Batas Akhir Lapor SPT Besok! Yuk, Segera Lapor Sebelum Terkena Denda
Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:00 WIB

Cara Mudah Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP: Cukup Pakai NIK KTP

Kamis, 30 April 2026 - 21:00 WIB

Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 April 2026

Kamis, 30 April 2026 - 20:00 WIB

Grab Indonesia Buka Lowongan Kerja Terbaru, Ini Posisi dan Syaratnya

Kamis, 30 April 2026 - 19:00 WIB

5 Petinggi Sona Topas Kompak Mundur: Langkah Baru atau Tantangan Besar?

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB

Jamin Masa Depan Mahasiswa, Pemkab Jember Kucurkan Rp75 Miliar Lewat Beasiswa Cinta Bergema

Berita Terbaru

Ilustrasi - Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 April 2026.

Nasional

Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 April 2026

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:00 WIB