Britainaja – Langkah kaki menuju bulan suci kini terasa semakin nyata. Saat ini, kalender Hijriah telah memasuki medio Syakban 1447, sebuah fase yang sering di anggap sebagai “gerbang pembuka” sebelum umat Muslim di seluruh dunia menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Bagi banyak orang, momen ini menjadi alarm alami untuk mulai menata kembali kesiapan fisik dan mental.
Jika menilik perhitungan kalender, awal Ramadan 1447 Hijriah di prediksi akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Menghitung dari posisi hari ini, Rabu (21/1/2026), maka umat Muslim hanya menyisakan waktu sekitar 28 hari lagi sebelum fajar pertama bulan puasa menyapa. Durasi empat minggu ini merupakan waktu yang sangat krusial untuk melakukan berbagai persiapan akhir.
Meskipun hitungan di atas kertas sudah tersedia, masyarakat di Indonesia tetap perlu menunggu ketetapan resmi dari pemerintah. Kementerian Agama dij adwalkan bakal menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026, tepat di penghujung Syakban. Lewat metode Rukyatul Hilal atau pemantauan langsung terhadap hilal di puluhan titik nasional, barulah ketetapan awal puasa akan di putuskan secara kolektif.
Di sisi lain, organisasi seperti Muhammadiyah biasanya sudah memiliki kepastian lebih awal karena menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Perbedaan metode ini merupakan hal lumrah dalam khazanah Islam di Indonesia, namun tujuannya tetap satu: menyambut bulan penuh ampunan dengan keyakinan yang mantap.
Mengingat waktu yang kian sempit, melunasi utang puasa tahun lalu menjadi prioritas yang tidak bisa di tunda lagi. Akhir Januari hingga pertengahan Februari adalah kesempatan terakhir bagi Anda yang masih memiliki kewajiban Qadha. Melunasi kewajiban ini sebelum Ramadan tiba bukan sekadar perkara hukum agama, melainkan cara kita menghargai kesucian bulan yang akan datang.
Kesiapan fisik juga memegang peranan vital. Transisi pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali (saat sahur dan buka) seringkali mengejutkan bagi tubuh yang tidak terbiasa. Anda bisa mulai mencoba puasa sunnah di bulan Syakban ini sebagai ajang latihan. Selain mengikuti anjuran Rasulullah SAW, puasa sunnah membantu metabolisme tubuh beradaptasi lebih awal agar Anda tidak merasa lemas atau jatuh sakit saat hari-hari pertama Ramadan nanti.
Secara sosiologis, Ramadan 2026 juga menjadi momen pemulihan spiritual yang besar. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasca-pandemi yang semakin padat, Ramadan tahun ini diharapkan menjadi titik henti sejenak untuk refleksi diri. Mengoptimalkan bulan Syakban dengan memperbanyak zikir dan sedekah akan membantu hati lebih “siap” saat memasuki atmosfer Ramadan yang penuh berkah.
Semoga kesehatan dan keberkahan usia menyertai kita semua hingga tiba saatnya berbuka puasa pertama di tahun 1447 Hijriah ini. Persiapkan diri Anda sejak sekarang, karena bulan yang dirindukan itu sudah berada di depan mata. (Tim)















