Harga Teh Dunia Naik 70 Persen, Mentan Optimistis Ekspor Meningkat

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan bila harga teh dunia melonjak hingga 70 persen. (Foto:RRI/Saadatuddaraen)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan bila harga teh dunia melonjak hingga 70 persen. (Foto:RRI/Saadatuddaraen)

Britainaja – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut positif kenaikan harga teh dunia yang mencapai hampir 70 persen. Kenaikan ini di nilai membuka peluang meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperluas ekspor komoditas perkebunan Indonesia.

Kenaikan harga teh global membawa angin segar bagi sektor perkebunan nasional. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, momentum ini dapat di manfaatkan untuk mendorong peningkatan nilai tambah petani serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara produsen teh utama.

“Alhamdulillah, petani bahagia. Seperti kelapa juga harganya naik. Teh naik, insya Allah ekspor kita naik,” ujar Amran pada Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang tepat untuk memperoleh keuntungan dari tren ini. Selain memiliki perkebunan teh yang tersebar di berbagai daerah, beberapa komoditas perkebunan lain seperti kopi dan kelapa juga tengah mengalami peningkatan permintaan di pasar internasional.

Amran mencontohkan kenaikan harga kelapa yang cukup signifikan dalam setahun terakhir. Saat kunjungan ke Maluku Utara, ia mendapati harga kelapa semula sekitar Rp600 per butir, kini melonjak hingga Rp3.500 per butir, atau meningkat hampir 600 persen.

Baca Juga :  Daftar Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis, Terpercaya dan Terbukti Membayar

Menurutnya, kenaikan harga komoditas perkebunan ini memberikan dampak langsung bagi petani. Nilai jual yang lebih tinggi memungkinkan pendapatan petani meningkat tanpa perlu menambah biaya produksi secara signifikan.

Permintaan global yang meningkat di sebut menjadi faktor utama kenaikan harga. Sejumlah negara konsumen memperluas impor teh dan produk turunannya seiring tren gaya hidup sehat dan peningkatan budaya minum teh di berbagai wilayah.

Untuk memaksimalkan momentum ini, pemerintah akan memperkuat program hilirisasi dan peningkatan produktivitas. Amran menyebut bahwa di versifikasi produk olahan teh, penguatan kualitas, dan pengembangan perkebunan berkelanjutan menjadi fokus pengembangan ke depan.

“Kita dorong nanti teh. Indonesia punya banyak komoditas yang tidak mudah di produksi oleh negara lain,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini menjalankan program penanaman kembali (replanting) kelapa dan ekspansi kebun baru yang di dukung anggaran negara. Program tersebut mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang kita replanting, kita tanam baru. Itu perintah Bapak Presiden, ada anggaran sekitar Rp9,95 triliun. Kita dorong semuanya,” kata Amran.

Baca Juga :  Buruan Amankan! 10 Kode Redeem FF Terbaru 3 Maret 2026: Ada Skin SG2 dan Bundle Spesial

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi teh nasional mengalami fluktuasi dalam sepuluh tahun terakhir. Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut produksi teh Indonesia turun dari 517,4 ribu ton pada 2012 menjadi sekitar 492 ribu ton pada 2023.

Malaysia, Rusia, dan Amerika Serikat tercatat sebagai tiga negara tujuan ekspor utama. Pada 2022, ekspor ke Malaysia mencapai 8.569 ton, Rusia 6.618 ton, dan Amerika Serikat 3.258 ton.

Sebagian besar ekspor masih di dominasi teh hitam, dengan porsi mencapai 88,8 persen dari total ekspor nasional. Varian ini lebih di minati pasar Eropa dan Amerika Utara karena karakter rasa yang kuat. Sementara itu, teh hijau Indonesia tetap memiliki pasar stabil di kawasan Asia karena kandungan antioksidan dan manfaat kesehatannya.

Kenaikan harga teh dunia menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor perkebunan Indonesia. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi dan ekspor agar momentum ini dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani. (Tim)

Berita Terkait

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:46 WIB

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi - Aplikasi Mutasi Gaji Pegawai Terbaru.

Sungai Penuh

BKAD Sungai Penuh Luncurkan Aplikasi Mutasi Gaji Pegawai Terbaru

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:25 WIB

Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSUD Kerinci. ist

Kerinci

Harapan Baru Warga Kerinci: RSUD Modern Mulai Dibangun

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:29 WIB

Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad Resmi Raih Gelar Profesor.

Kerinci

Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad Resmi Sandang Gelar Profesor

Kamis, 20 Agu 2026 - 11:29 WIB

Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bersama Kabag Hukum Setda Alon Irawan usai Menerima Penghargaan Predikat Istimewa IRH Tahun 2026.

Sungai Penuh

Pemkot Sungai Penuh Raih Predikat Istimewa IRH 2026

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:32 WIB