Britainaja – Kenaikan harga plastik dan bahan kemasan kian mencekik para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di sektor makanan dan minuman. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar, Firnando Ganinduto, menyoroti fenomena ini sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi rakyat.
Beban Berat di Pundak Pelaku Usaha Kecil
Gangguan rantai pasok global dan gejolak industri petrokimia memicu lonjakan harga yang luar biasa. Firnando menjelaskan bahwa kondisi ini meningkatkan biaya produksi secara drastis.
“Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa. Pelaku UMKM kini menghadapi tekanan biaya yang sangat serius,” tegas Firnando dalam keterangan persnya, Senin (6/4/2026).
Masalah utamanya, UMKM berada dalam posisi dilematis. Mereka sulit menaikkan harga jual karena takut kehilangan pelanggan, namun di sisi lain, margin keuntungan mereka terus tergerus habis. Jika pemerintah tidak segera melakukan intervensi, Firnando khawatir daya tahan usaha kecil akan runtuh dan memicu inflasi di sektor informal.
Langkah Strategis yang Mendesak
Firnando mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk segera mengambil langkah konkret guna mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan stok di pasar domestik. Ia menawarkan beberapa solusi kunci:
-
Stabilisasi Distribusi: Memperketat pengawasan aliran bahan baku agar tidak ada penimbunan.
-
Penguatan Industri Dalam Negeri: Memperkuat industri petrokimia lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasar global.
-
Percepatan Impor: Menjalin kerja sama langsung dengan negara penyedia bahan baku plastik untuk mempercepat pengadaan.
-
Koordinasi Lintas Sektor: Memastikan kebijakan perlindungan UMKM bersifat jangka panjang, bukan hanya solusi sementara.
Fakta Lapangan: Harga Naik Hingga 50 Persen
Data dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memperkuat kekhawatiran ini. Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa harga plastik di pasar telah melonjak hingga 50% dari harga normal.
Kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak akhir Februari 2026, yang dipicu oleh ketegangan konflik di Timur Tengah.
| Jenis Produk | Harga Normal | Harga Saat Ini |
| Kantong Plastik (per unit/pack) | Rp 10.000 | Rp 15.000 |
“Pedagang terpaksa menanggung beban tambahan ini sendirian. Kami memproyeksikan kenaikan total mencapai 50 persen dibandingkan kondisi sebelumnya,” ungkap Reynaldi.
Harapan untuk Pemerintah
Firnando berharap Kemendag lebih aktif menjaga keseimbangan pasar. Ia tidak ingin UMKM terus-menerus menjadi pihak yang paling menderita akibat gejolak ekonomi global. Intervensi yang cepat dan tepat menjadi harga mati agar stabilitas harga kembali normal dan usaha rakyat tetap mampu bertahan. (Tim)






