Britainaja – Kabar mengejutkan datang dari instrumen investasi aman (safe haven) pada pembukaan perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang di pasarkan melalui Pegadaian terpantau mengalami lonjakan signifikan. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga hari ini mencapai Rp30.000 per gram, sebuah angka yang cukup drastis untuk pergerakan harian.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada banderol harga jual kepada konsumen, tetapi juga merambat pada nilai pembelian kembali atau buyback. Kondisi tersebut mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang tengah menghangat di awal tahun. Bagi investor yang memegang aset emas sejak akhir tahun lalu, lonjakan ini tentu menjadi angin segar bagi portofolio mereka.
Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Pegadaian, pecahan standar 1 gram kini berada di angka Rp2.767.000. Sementara itu, bagi masyarakat yang berencana melepas koleksi emasnya, harga buyback untuk ukuran yang sama kini di patok pada level Rp2.394.000.
Rincian Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran
Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran emas batangan untuk menyesuaikan anggaran para investor. Berikut adalah daftar harga jual emas Antam per hari ini:
Pecahan Mikro: Untuk ukuran paling kecil 0,5 gram, harga dipatok Rp1.439.000.
Ukuran Menengah: Emas batangan 5 gram di jual seharga Rp13.584.000, sedangkan untuk ukuran 10 gram berada di angka Rp27.110.000.
Investasi Besar: Bagi mereka yang mengincar ukuran besar, pecahan 50 gram di banderol Rp135.185.000, sementara ukuran 100 gram mencapai Rp270.284.000.
Aset Premium: Untuk ukuran 500 gram dan 1.000 gram, harganya masing-masing menyentuh Rp1.350.602.000 dan Rp2.701.160.000.
Analisis Editor: Mengapa Harga Emas Terus Mendaki?
Tren kenaikan harga emas di awal 2026 ini sebenarnya sudah di prediksi oleh banyak analis komoditas. Faktor geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS biasanya menjadi pemicu utama mengapa harga di Pegadaian ikut terkerek naik. Emas seringkali menjadi pelarian utama investor ketika kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu atau inflasi mulai membayangi.
Satu hal yang perlu di pahami oleh investor pemula adalah adanya selisih (spread) antara harga jual dan harga buyback. Selisih ini merupakan biaya transaksi dan margin perusahaan. Strategi terbaik dalam investasi emas adalah menyimpannya dalam jangka panjang, minimal 2 hingga 5 tahun, agar keuntungan yang di dapat bisa menutup selisih harga tersebut dan memberikan imbal hasil yang optimal.
Pergerakan harga ini bersifat sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi calon pembeli untuk terus memantau pergerakan harga secara real-time melalui aplikasi atau situs resmi sebelum mendatangi gerai Pegadaian terdekat. (Tim)















