Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan (Foto: AI/britainaja.com)

Daftar Bahan Pokok Pemicu Inflasi Ramadan: Strategi Pemerintah Amankan Harga Pangan (Foto: AI/britainaja.com)

Britainaja – Siklus tahunan lonjakan harga pangan kembali menjadi fokus utama pemerintah saat kalender masehi mulai mendekati bulan suci Ramadan. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja memetakan sejumlah komoditas yang secara historis selalu menjadi “biang kerok” kenaikan inflasi di tanah air. Nama-nama seperti daging ayam ras, telur, beras, minyak goreng, hingga cabai rawit kembali masuk dalam radar pengawasan ketat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Puji Ismartini, mengingatkan bahwa pola kenaikan harga ini bukanlah hal baru. Fenomena ini muncul berulang kali setiap kali masyarakat mulai menyambut awal Ramadan. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang berlangsung di Jakarta, ia menekankan agar semua pihak segera melakukan langkah antisipasi mengingat bulan puasa akan tiba dalam hitungan pekan.

Jika berkaca pada Ramadan 2025, bawang merah tercatat sebagai penyumbang inflasi paling dominan. Di belakangnya, menyusul komoditas lain seperti ikan segar, cabai rawit, daging ayam, dan beras yang terus membayangi daya beli masyarakat. Meski begitu, tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan. Beberapa produk hortikultura seperti tomat dan cabai merah terkadang justru memberikan andil deflasi yang sedikit meredam gejolak harga secara keseluruhan.

Baca Juga :  Peluang Bisnis 2026: Tren Ekonomi Hijau dan Dominasi Teknologi Personalisasi

Suara peringatan juga datang dari Kementerian Dalam Negeri. Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menyoroti fenomena kenaikan harga yang seringkali di anggap tidak masuk akal. Baginya, kenaikan harga di momen hari besar adalah hal lumrah, namun jika lonjakannya mencapai tiga hingga empat kali lipat, itu sudah masuk kategori tidak wajar. Ia memberikan gambaran ekstrem di mana harga barang yang semula Rp30 ribu bisa meroket hingga Rp120 ribu di pasar.

Angka inflasi pada periode Lebaran tahun lalu menjadi rapor merah yang tidak ingin di ulangi. Dari angka normal bulanan di kisaran 0,3 persen, inflasi melonjak drastis hingga 1,6 persen, sebuah lonjakan lebih dari lima kali lipat. Pemerintah berkomitmen penuh untuk melakukan pengendalian harga sejak dini, memastikan rantai distribusi aman sehingga masyarakat tidak perlu menanggung beban ekonomi yang terlalu berat saat menjalankan ibadah.

Baca Juga :  Profil Vasko Ruseimy, Wakil Gubernur Sumbar yang Mengalami Kecelakaan Tunggal

Memahami Psikologi Pasar dan Stok Pangan

Gejolak harga menjelang Ramadan seringkali di picu oleh dua faktor utama: meningkatnya permintaan rumah tangga dan aksi spekulasi di tingkat pedagang. Psikologi masyarakat yang cenderung menyetok bahan pangan lebih banyak dari biasanya menciptakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Di sinilah peran Satgas Pangan sangat krusial untuk memastikan tidak ada penimbunan di gudang-gudang distribusi.

Sebagai konsumen, langkah paling bijak adalah dengan melakukan belanja secara terencana dan tidak melakukan panic buying. Membeli kebutuhan secukupnya akan membantu menjaga stabilitas harga di pasar lokal. Selain itu, memantau harga melalui aplikasi pasar digital milik pemerintah daerah dapat menjadi panduan agar Anda tidak terjebak membeli bahan pokok dengan harga yang sudah di mainkan oleh oknum pedagang nakal. (Tim)

Berita Terkait

Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru
Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 20 Juni 2026: Cek Tarif di Daerahmu
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juni 2026: Stabil di Rp2.673.000 per Gram
MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi
Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air
Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 19 Juni 2026 Seluruh Indonesia
Harga Emas Antam Hari Ini Mantap di Angka Rp2,7 Juta, Waktu Tepat untuk Investasi?
Cara Cek Hasil Administrasi BIB 2026 dan Panduan Masa Sanggah
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 20 Juni 2026: Cek Tarif di Daerahmu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juni 2026: Stabil di Rp2.673.000 per Gram

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air

Berita Terbaru

One Piece: Grand Gourmet

Tech & Game

Game One Piece x Kairosoft Siap Rilis Oktober 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:00 WIB