Wamenkes: Cegah Obesitas dan Diabetes Sejak Dini untuk Turunkan Beban Biaya Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkes: Cegah Obesitas dan Diabetes Sejak Dini untuk Turunkan Beban Biaya Kesehatan (Ilustrasi: pexels)

Wamenkes: Cegah Obesitas dan Diabetes Sejak Dini untuk Turunkan Beban Biaya Kesehatan (Ilustrasi: pexels)

Britainaja – Obesitas dan diabetes telah menjadi dua masalah kesehatan serius yang terus menghantui Indonesia. Tren peningkatan kasus ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai merambah generasi muda, menciptakan beban ganda bagi sistem kesehatan nasional.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menekankan bahwa upaya pencegahan obesitas dan diabetes merupakan langkah strategis yang harus diprioritaskan. Langkah ini krusial untuk menekan beban penyakit tidak menular (PTM) sekaligus efisiensi pembiayaan kesehatan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dante dalam acara Jakarta Diabetes Meeting 2025 yang digelar di Jakarta, pekan lalu.

Ancaman Nyata Peningkatan Kasus

Prof. Dante menjelaskan bahwa prevalensi obesitas dan diabetes di Tanah Air menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Data menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan: saat ini, satu dari empat orang dewasa di Indonesia menderita obesitas.

Sementara itu, satu dari sepuluh orang telah didiagnosis menderita diabetes. Jika kondisi ini tidak dikendalikan, usia penderita diabetes akan semakin muda.

Prof. Dante memperkirakan, usia onset diabetes yang semula berada di rentang 50-an tahun dapat bergeser ke usia 30-an tahun. Pergeseran ini merupakan konsekuensi langsung dari tingginya angka obesitas.

Baca Juga :  Cara dan Syarat Pemutihan BPJS Kesehatan Desember 2025 untuk Hapus Tunggakan

Dampak Ekonomi yang Sangat Besar

Obesitas, lanjut Prof. Dante, tidak hanya menimbulkan persoalan medis, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi negara. Penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan obesitas dan diabetes memerlukan biaya pengobatan yang masif.

“Pada tahun 2024, pembiayaan untuk penyakit kardiovaskular, yang seringkali merupakan komplikasi dari obesitas dan diabetes, telah mencapai angka Rp25 triliun,” ungkap Prof. Dante.

Mayoritas beban biaya tersebut berasal dari penanganan kasus penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, menekan angka obesitas secara efektif secara otomatis akan menekan beban ekonomi yang ditanggung oleh negara.

Strategi Pemerintah untuk Pencegahan Dini

Wamenkes juga menyoroti urgensi pencegahan sedini mungkin. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya peningkatan prevalensi diabetes pada anak, yang diprediksi melonjak hingga 15,6% pada tahun 2025.

Pemerintah merespons situasi ini dengan memperkuat strategi promotif dan preventif. Berbagai program telah digalakkan, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 51 juta penduduk.

Baca Juga :  Manfaat Ajaib Tomat untuk Kulit: Melindungi dari Matahari hingga Stimulasi Kolagen

Selain itu, edukasi mengenai perilaku hidup sehat seperti program CERDIK dan GERMAS terus digalakkan. Pemerintah juga merencanakan penerapan cukai terhadap minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) sebagai langkah pencegahan.

Perubahan Perilaku Kunci Utama

Prof. Dante menegaskan bahwa upaya pencegahan obesitas dan diabetes tidak bisa bergantung hanya pada pengobatan. Dibutuhkan perubahan perilaku yang menyeluruh di tengah masyarakat.

Perubahan ini mencakup perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, manajemen stres yang baik, hingga menjaga kualitas tidur. Ia juga menyarankan agar setiap individu memiliki rencana perawatan personal (individual treatment plan) dan melakukan pemeriksaan rutin secara berkala.

Menutup sambutannya, Prof. Dante mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mengendalikan obesitas dan diabetes.

“Pemerintah tidak dapat bergerak sendiri. Kita semua harus menjadi bagian dari solusi ini. Cegah obesitas mulai hari ini untuk menyelamatkan generasi mendatang dari ancaman diabetes dan penyakit kardiovaskular,” tutupnya dengan tegas. (Tim)

Berita Terkait

Usai Lebaran, Dua Keluhan Kesehatan Ini Paling Sering Muncul
Tips Makan Sehat Saat Lebaran Agar Tetap Fit dan Terhindar Penyakit
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran, Ini Risiko bagi Diabetes dan Hipertensi
Rahasia Alami Akar Pinang, Ramuan Herbal untuk Vitalitas Pria
Program Diet Saat Puasa? Coba Rutin Konsumsi 5 Jus Buah Ini Agar Tubuh Tetap Langsing
Jarak Menstruasi Lebih dari 45 Hari, Normal atau Bahaya? Cek Faktanya di Sini
Tetap Bugar Meski Puasa, Inilah Rekomendasi Buah Terbaik untuk Dikonsumsi Saat Sahur
Gula Darah Stabil Tanpa Obat? Rutinkan 3 Kebiasaan Sederhana Ini Setiap Pagi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:00 WIB

Usai Lebaran, Dua Keluhan Kesehatan Ini Paling Sering Muncul

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

Tips Makan Sehat Saat Lebaran Agar Tetap Fit dan Terhindar Penyakit

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:00 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran, Ini Risiko bagi Diabetes dan Hipertensi

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:30 WIB

Rahasia Alami Akar Pinang, Ramuan Herbal untuk Vitalitas Pria

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:00 WIB

Program Diet Saat Puasa? Coba Rutin Konsumsi 5 Jus Buah Ini Agar Tubuh Tetap Langsing

Berita Terbaru

Ilustrasi blood moon. (AI Generated Image)

Nasional

Fenomena Pink Moon April 2026: Jadwal, Fakta, dan Maknanya

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi emas Antam, harga emas Antam hari ini, harga Antam hari ini, harga logam mulia Antam.(Shutterstock/ijp2726)

Finansial

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp40.000, Cek Rinciannya

Jumat, 27 Mar 2026 - 15:00 WIB

Resep asinan nanas. (dok. Cookpad @penghuni_pawon)

Artikel

3 Resep Asinan Nanas Segar untuk Halalbihalal Idulfitri

Jumat, 27 Mar 2026 - 12:00 WIB