Britainaja – Mandi sering di anggap sebagai ritual sederhana untuk membersihkan diri. Namun, belakangan ini muncul sebuah tren di media sosial yang mengubah rutinitas tersebut menjadi sebuah pengalaman relaksasi mendalam: ‘dark showering’ atau mandi gelap.
Tren ini viral karena di klaim mampu memberikan ketenangan dan membantu seseorang tidur lebih nyenyak. Tapi, apa sebenarnya dark showering dan apa kata para ahli mengenai manfaatnya?
Apa Itu ‘Dark Showering’?
Sesuai dengan namanya, dark showering adalah praktik mandi, biasanya menggunakan air hangat dengan kondisi lampu kamar mandi yang di matikan atau di redupkan. Alih-alih cahaya terang benderang, praktik ini mengandalkan cahaya redup, mungkin hanya dari lampu tidur di ruangan sebelah atau bahkan cahaya lilin.
Tujuannya bukan sekadar membersihkan tubuh. Nidhi Pandya, seorang praktisi ayurveda bersertifikat, menjelaskan bahwa dark showering memiliki fungsi yang berbeda dari mandi pagi yang menyegarkan.
Dalam wawancaranya dengan Real Simple, Pandya menyebut mandi pagi berfokus pada pembersihan, sementara dark showering adalah “ritual bagi sistem saraf”.
Menurutnya, dengan meredupkan lampu, seseorang menciptakan “kepompong sensorik”. Kondisi ini memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya untuk rileks, membantu menurunkan respons stres, dan mendukung transisi alami tubuh dari mode aktif (siang hari) ke mode istirahat (malam hari).
“Ini menjadi semacam momen ambang batas, menghanyutkan hari tidak hanya dari kulit, tetapi juga dari pikiran dan indera,” ujar Pandya.
Manfaat Mandi Gelap Menurut Ahli
Para pakar di bidang psikologi dan kesehatan tidur juga melihat adanya manfaat signifikan dari praktik mengurangi rangsangan visual saat mandi malam hari.
1. Mengurangi Stres dan Pikiran Cemas Kita hidup di dunia yang penuh rangsangan visual. Stefanie Mazer, Psy.D, seorang psikolog, menjelaskan bahwa mandi dalam gelap secara efektif mengurangi stimulasi tersebut, yang dapat membantu sistem saraf menjadi tenang.
“Beberapa orang merasa mandi gelap dapat meredakan pikiran yang tak terkendali setelah hari yang panjang atau menegangkan, dan dapat menenangkan sistem saraf,” jelas Mazer.
2. Memperbaiki Kualitas Tidur Manfaat ini didukung oleh sains. Michael J. Breus, PhD, yang di kenal sebagai “Dokter Tidur”, mengatakan bahwa mandi air hangat sekitar 90 menit sebelum tidur punya efek biologis yang jelas.
Mandi air hangat akan meningkatkan suhu inti tubuh secara buatan. Setelah selesai, tubuh akan mengalami penurunan suhu inti secara drastis. Penurunan suhu inilah yang menjadi sinyal kuat bagi tubuh untuk memproduksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
3. Berfungsi Ganda sebagai Meditasi Saat rangsangan visual berkurang, indra lain menjadi lebih tajam. Dalam kondisi cahaya redup, Anda akan lebih mudah menyadari suara air yang mengalir, merasakan sensasi air hangat di kulit, dan memperhatikan ritme pernapasan Anda.
Tanpa di sadari, fokus pada sensasi saat ini adalah inti dari praktik meditasi mindfulness. Ini membantu pikiran berhenti berkelana ke masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.
4. Menyegarkan Suasana Hati Setelah melewati hari yang buruk atau melelahkan, ritual sederhana ini bisa sangat ampuh. Dr. Mazer menambahkan bahwa pengalaman sensorik yang menenangkan ini dapat mengubah pola pikir negatif menjadi lebih tenang. “Bahkan, mandi gelap sebentar saja dapat membuat orang merasa segar secara mental,” katanya.
5. Memupuk Keintiman dan Sensualitas Di luar manfaat psikologis, Pandya mencatat bahwa dark showering memiliki kekuatan untuk membangkitkan kembali sensualitas. “Cahaya redup, air hangat, dan kesadaran sensorik yang meningkat menciptakan suasana hati yang lembut… yang secara inheren romantis,” ujarnya.
Ritual Kuno yang Kembali Populer
Meskipun kini menjadi tren di media sosial, praktik mandi dalam cahaya redup bukanlah hal baru dan telah menjadi bagian dari berbagai budaya selama berabad-abad.
Pandya menjelaskan, di India, mandi saat senja (seringkali hanya di terangi lampu minyak) adalah cara tradisional untuk membersihkan sisa energi siang hari dan mempersiapkan diri untuk malam.
Di Jepang, ritual mandi di pemandian kayu (seringkali remang-remang) telah lama di hargai sebagai cara menenangkan indra. Demikian pula di Yunani dan Romawi kuno, pemandian umum memiliki area tepidarium (ruang hangat) yang berpenerangan redup, di rancang khusus untuk relaksasi dan transisi. (Tim)















