Kerinci 2026: Merawat Tradisi di Lembah Para Leluhur

Kerinci: Lebih dari Sekadar Gunung Tertinggi dan Kebun Teh

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarian saat Kenduri SKO Belui. (Foto: FB @Milenial Monadi)

Tarian saat Kenduri SKO Belui. (Foto: FB @Milenial Monadi)

KERINCI, Britainaja – Sakti Alam Kerinci sering menyapa dunia lewat lanskap alamnya yang megah dan sangat mempesona. Melaui Atap Sumatra, Gunung Kerinci yanng menjulang gagah dan perkasa di ketinggian 3.805 mdpl, bersanding anggun dengan Danau Kerinci dan bahagian hamparan hijau kebun teh Kayu Aro.

Namun, keindahan visual itu hanya sekelumit kisah di Bumi Sekepal tanah Surga. Di balik panorama yang memukau, Kerinci menyimpan pusaka yang jauh lebih bernilai yakni: peradaban dan kebudayaan.

Suku Kerinci, penghuni asli lembah subur ini, telah membentuk tatanan hidup yang menyentuh seluruh garis kehidupan. Mereka merawat seni, mengagungkan adat, dan menjaga cerita leluhur selama berabad-abad.

Perjalanan menjelajahi Kerinci terasa belum lengkap jika wisatawan hanya singgah di titik-titik pemandangan. Lembah ini menyimpan Jejak Megalitikum berupa menhir-menhir tua yang berdiri sakral di berbagai pelosok desa.

Masyarakat setempat juga terus menghidupkan tradisi Kenduri Sko dan menjalankan sistem kepemimpinan adat Depati.

Warna-warni kebudayaan hadir dalam setiap peristiwa kehidupan:

  • Pernikahan: Pasangan pengantin mengenakan Baju Koto Gadang dan Songket Kerinci penuh makna.
  • Hajatan: Warga mengalunkan tari-tarian tradisi sebagai ungkapan rasa syukur.
Baca Juga :  Bupati Monadi Resmikan Pasar Harian Perdana Kabupaten Kerinci

“Masyarakat Kerinci memiliki aturan dan pakem dalam merawat kehidupan. Kami memanjatkan doa sebelum bertani, memegang pantang larang saat membangun rumah, dan menjunjung adat ketika menikah. Leluhur menitipkan semua ini untuk kita jaga,” ungkap Ibrahim, seorang Pamong Budaya lokal.

Pemerintah Kabupaten Kerinci bergerak cepat untuk merawat warisan berharga ini. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta, menjelaskan bahwa pihak pemda fokus merampungkan dokumen Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) pada tahun 2026.

Pemkab Kerinci membentuk Tim Ahli Warisan Budaya yang bekerja maksimal merumuskan penetapan karya budaya melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

Upaya pelestarian ini memantik semangat generasi muda. Banyak anak muda Kerinci yang kini merasa bangga memperagakan pakaian adat dan menampilkan kesenian daerah di panggung publik. Penyelenggaraan pentas budaya secara rutin terbukti ampuh memperkuat identitas kebudayaan para pemuda.

Dengan sinergi antara keindahan alam dan kekayaan tradisi, predikat “Negeri Seribu Budaya” memang sangat melekat pada Kerinci.

Baca Juga :  Alih Media ke Sertipikat Elektronik, Masyarakat Merasa Jauh Lebih Praktis dan Berikan Rasa Aman

Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan akar identitas masyarakat yang wajib mengalir ke generasi penerus.

“Kerinci bukan hanya memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi juga merawat kekayaan budaya yang sangat beragam. Adat, tradisi, kesenian, bahasa, hingga peninggalan sejarah membentuk jati diri kita,” tegas Monadi.

Monadi mengajak seluruh lapisan masyarakat—terutama generasi muda—untuk aktif menjaga kebudayaan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi pendataan budaya, membina sanggar seni, dan merancang program-program pelestarian agar tradisi tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata akan tumbuh semakin kuat jika budaya lokal ikut menopangnya. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga berinteraksi langsung dengan keramahan, sejarah, dan seni pertunjukan lokal.

“Kami ingin dunia mengenal Kerinci bukan cuma karena gunung, danau, atau kebun tehnya, tetapi juga karena kekuatan budaya dan hangatnya sapaan warga. Datanglah ke Kerinci, luangkan waktu untuk duduk dan dengarkan kisahnya. Di sanalah Anda akan menemukan jiwa Kerinci yang sebenarnya,” tutup Monadi. (Tim)

Berita Terkait

Ini Nama-nama 30 Anggota Paskibraka Kerinci 2026 dan Asal Sekolahnya
Penataan DAS Batang Merao: Langkah Kementerian PU Lindungi Warga Kerinci
Berkah Prestasi Kerinci, Warga Kurang Mampu Akan Dapat Bantuan 250 Unit Bedah Rumah
Tour Guide Kerinci Didorong Untuk Naik Kelas Lewat Bimtek Profesional
Kegiatan Harlah ke-89, Pensi dan Expo IX MTsN 6 Kerinci Berlangsung Semarak dan Meriah
Pimpin Pembagian Bendera Merah Putih, Bupati Monadi Sekaligus Lepas Paskibraka Kerinci
Pemerintah Siapkan Perubahan Status PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di Kemenag Kerinci
Dinas Kesehatan Kerinci Raih Penghargaan Zakat Terbanyak Semester I 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Ini Nama-nama 30 Anggota Paskibraka Kerinci 2026 dan Asal Sekolahnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Kerinci 2026: Merawat Tradisi di Lembah Para Leluhur

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Penataan DAS Batang Merao: Langkah Kementerian PU Lindungi Warga Kerinci

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Berkah Prestasi Kerinci, Warga Kurang Mampu Akan Dapat Bantuan 250 Unit Bedah Rumah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Tour Guide Kerinci Didorong Untuk Naik Kelas Lewat Bimtek Profesional

Berita Terbaru

Tarian saat Kenduri SKO Belui. (Foto: FB @Milenial Monadi)

Kerinci

Kerinci 2026: Merawat Tradisi di Lembah Para Leluhur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:02 WIB

PPPK menerima SK. ist

Nasional

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:46 WIB