KERINCI, Britainaja – Sebanyak 30 orang yang berprofesi sebagai Tour Gide di Kabupaten Kerinci mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Gide, yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kerinci .
Kegiatan yang di laksanakan di Villa Weloza pada Rabu (11/08/2026) ini, di buka oleh Bupati Kerinci Monadi. Yang bertujuan untuk mematangkan langkah guna memajukan sektor pariwisata daerah.
30 peserta yang di hadirkan berasal dari berbagai kalangan, yang terdiri dari pemandu wisata lokal, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat umum yang aktif memajukan destinasi lokal.
Ketua Panitia, Doni Andriatama, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci.
“Kami ingin menyiapkan pemandu wisata yang kompeten, berwawasan luas, mahir berkomunikasi, dan bersikap profesional. Dengan begitu, mereka siap menyajikan pelayanan terbaik bagi setiap pengunjung,” ujar Doni.
Kepala Disparbud Kabupaten Kerinci, Jamal Penta, menjabarkan empat fokus utama penyelenggaraan Bimtek kali ini. Pertama, memperkuat pengetahuan dan keterampilan teknis para pemandu sesuai standar nasional. Kedua, mengasah kemampuan komunikasi, pelayanan prima, serta kemampuan merangkai cerita (storytelling) tentang keindahan destinasi Kerinci.
Ketiga, melahirkan tenaga pemandu yang beretika dan berdaya saing tinggi. Keempat, memperkuat posisi destinasi Kerinci sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional.
Selama kegiatan, para ahli membekali peserta dengan beragam materi penting. Mulai dari arah kebijakan pembangunan pariwisata, teknik dasar kepemanduan, strategi komunikasi efektif, manajemen perjalanan, hingga protokol keselamatan wisatawan.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti Bimtek ini dengan penuh semangat dan disiplin. Ilmu yang di pelajari harus langsung berdampak pada kualitas pelayanan di lapangan demi kemajuan pariwisata Kerinci,” kata Jamal.
Dalam arahannya, Bupati Kerinci Monadi menyoroti pentingnya membangun branding pariwisata daerah yang unik dan bernilai jual tinggi. Menurutnya, pemandu wisata memegang peran kunci sebagai ujung tombak yang menyampaikan narasi positif Kerinci kepada dunia luar.
“Pemerintah, pelaku usaha, pengelola Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta masyarakat harus saling bahu-membahu. Kita semua perlu berkolaborasi menciptakan cerita pariwisata Kerinci yang menarik dan membanggakan,” tegas Monadi.
Monadi juga mendorong penyelenggaraan agenda (event) pariwisata secara rutin dan berkualitas, bila perlu bergulir saban bulan.
Dari sisi internal, Pemkab Kerinci berkomitmen terus meningkatkan fasilitas publik, ketersediaan akomodasi, serta jaminan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Saat ini, pemerintah daerah juga sedang memperjuangkan optimalisasi akses jalur udara menuju Kerinci guna mempermudah mobilitas para pelancong.
Menutup sambutannya, Monadi meminta Disparbud menetapkan target pendapatan yang jelas dari sektor pariwisata guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kerinci. (Tim)






