Britainaja – Setiap Muslim tentu merindukan ketenangan jiwa dan keberkahan hidup. Salah satu cara terbaik untuk meraih keberkahan tersebut adalah dengan menunaikan sholat dhuha secara rutin di pagi hari.
Sholat dhuha bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Amalan ini menjadi sarana ampuh untuk mempererat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, sekaligus mendatangkan pahala melimpah di dunia dan akhirat.
Mengutip penjelasan MUI Digital, Rasulullah SAW menyampaikan berbagai keistimewaan bagi siapa saja yang menghidupkan waktu dhuha. Berikut lima keutamaan sholat dhuha yang berlandaskan hadis shahih:
1. Jaminan Istana Megah di Surga
Allah SWT menyediakan hadiah luar biasa bagi Umat-Nya yang mau meluangkan waktu untuk menunaikan sholat dhuha sebanyak 12 rakaat. Rasulullah SAW menegaskan janji indah ini dalam sabdanya:
مَنْ صَلَّى الضُّحَى اِثْنَتَي عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اَللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR. Tirmidzi)
2. Menggugurkan Dosa yang Menumpuk
Manusia memang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Namun, Allah SWT memberikan jalan keluar yang sangat indah melalui sholat dhuha. Seseorang yang menjaga sholat dhuha secara konsisten akan memperoleh pengampunan dosa dari Allah SWT, sebagaimana sabda Nabi SAW:
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: “Barang siapa yang dapat mengamalkan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi)
3. Menggantikan Sedekah Bagi Seluruh Sendi Tubuh
Setiap pagi, tubuh kita memiliki hak dan kewajiban sedekah untuk setiap persendiannya. Menariknya, dua rakaat sholat dhuha mampu menutupi seluruh kewajiban sedekah organ tubuh tersebut secara sempurna. Rasulullah SAW menjelaskan:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Artinya: “Ada sedekah atas seluruh tulang (persendian) salah seorang dari kalian. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat sholat dhuha mencukupi semuanya itu.” (HR. Muslim)
4. Menjadikan Pelakunya Golongan Awwâbîn
Rasulullah SAW memberikan julukan istimewa bagi orang yang setia menjaga waktu dhuhanya, yaitu sebagai sholatnya kaum awwâbîn. Julukan ini merujuk pada hamba-hamba yang senantiasa bertaubat dan memilih untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.
لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ. قَالَ: وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ
Artinya: “Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah (dengan tobat). Sholat dhuha adalah sholat orang-orang yang awwâbîn.” (HR. Al-Hakim)
5. Membawa Pahala Bertingkat Sesuai Jumlah Rakaat
Keutamaan sholat dhuha terus bertambah seiring bertambahnya rakaat yang kita kerjakan. Mulai dari terbebas dari sifat lalai hingga mendapatkan rumah di surga, berikut penjelasan lengkap dari Rasulullah SAW:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ، فَقُلْتُ: يَا عَمُّ اقْبِسْنِى خَيْرًا. فَقَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ: إِنْ صَلَّيْتَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ تُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا أَرْبَعًا كُتِبْتَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا سِتًّا كُتِبْتَ مِنَ الْقَانِتِينَ، وَإِنْصَلَّيْتَهَا ثَمَانِيًا كُتِبْتَ مِنَ الْفَائِزِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا عَشْرًا لَمْ يُكْتَبْ لَكَ ذَلِكَ الْيَوْمَ ذَنْبٌ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهِ لَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Aku bertemu Abu Dzar RA., lalu berkata: Wahai paman, berilah aku satu kebaikan. Ia menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana kamu bertanya kepadaku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu sholat dhuha dua rakaat, kamu tidak dicatat sebagai orang lalai; jika empat rakaat, kamu masuk golongan orang berbuat baik; jika enam rakaat, kamu masuk golongan orang taat; jika delapan rakaat, kamu masuk golongan orang beruntung; jika sepuluh rakaat, Allah tidak mencatat dosa bagimu pada hari itu; dan jika dua belas rakaat, Allah membangunkan untukmu rumah di surga.” (HR. Al-Baihaqi)
Seluruh hadis di atas membuktikan betapa besarnya perhatian Islam terhadap amalan dhuha. Menjalankan sholat dhuha tidak hanya melapangkan jalan rezeki, tetapi juga menyucikan jiwa dan menjanjikan tempat terbaik di akhirat kelak. Mari kita mulai membiasakan diri menunaikan sholat dhuha setiap pagi agar memperoleh keberkahan hidup secara maksimal. (Tim)






