5 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Gugur dalam Tugas saat Latsarmil

Daftar 5 Pemuda Terbaik yang Gugur dalam Pelatihan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP. (ANTARA FOTO)

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP. (ANTARA FOTO)

Britainaja – Duka mendalam kembali menyelimuti dunia penataan ekonomi desa. Hingga Sabtu (27/6/2026), program prestisius milik pemerintah harus kehilangan lima talenta mudanya.

Lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mengembuskan napas terakhir saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Panitia Seleksi Nasional program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) langsung menyampaikan rasa belasungkawa yang paling dalam kepada keluarga korban.

“Kami menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI yang sedang berjuang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial ini,” ujar Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu siang.

Kronologi Gugurnya Nola Dya Sari

Korban kelima yang gugur adalah Nola Dya Sari. Almarhumah tengah mengikuti proses pelatihan di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Global Naik, Kemenkes: Kondisi Indonesia Terkendali & Aman

Tragedi ini bermula pada Jumat (26/6/2026) sore. Siang harinya, Nola masih beraktivitas normal dan menyerap materi teknik perkebunan di dalam kelas. Namun, petaka datang pada pukul 18.45 WIB ketika Nola mendadak mengeluhkan sesak napas akut dan demam tinggi.

Tim kesehatan satdik bergerak cepat memberikan pertolongan pertama. Mereka langsung melarikan Nola ke IGD Rumah Sakit Singkawang pada pukul 19.20 WIB. Demi mendapatkan tindakan yang lebih komprehensif, tim medis merujuk Nola ke RSUD Abdul Azis Singkawang satu jam kemudian.

Sayangnya, takdir berkata lain. Saat tim dokter berjuang menyelamatkan nyawanya, Nola mengalami henti jantung. Tim medis sudah melakukan resusitasi jantung secara maksimal, namun kondisi Nola terus menurun. Dokter menyatakan Nola meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.

Pihak Kemhan menjelaskan bahwa Nola sebenarnya mengantongi status lolos pemeriksaan kesehatan sebelum latihan, meski tim medis memberikan catatan khusus terkait kelebihan berat badan (overweight). Saat ini, tim dokter tengah mendalami hasil evaluasi medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian almarhumah.

Baca Juga :  Jangan Tunggu Pendaftaran Buka! Lakukan 5 Hal Ini Agar Peluang Lolos CPNS 2026 Meningkat Drastis

Daftar Peserta yang Berpulang

Nola menambah panjang daftar hitam peserta yang gugur dalam program ini. Sebelum kasus Nola, empat pemuda terbaik bangsa telah lebih dulu berpulang dalam rangkaian latihan yang sama:

  • Yonanda Muhammad Taufiq (Penyebab: Gagal jantung/cardiac arrest)

  • Anisa Muyassaroh (Penyebab: Sengatan panas ekstrim/heat stroke)

  • Novia Rahmadhani Sihotang (Penyebab: Komplikasi tuberkulosis/TB)

  • Muhammad Rifki Renaldi Gunawan

Gugurnya para calon penggerak ekonomi desa ini memicu gelombang simpati publik sekaligus kritik tajam dari berbagai pihak. Sejumlah anggota DPR bahkan mendesak pemerintah untuk segera menghentikan sementara (moratorium) pelaksanaan Latsarmil ini guna mengevaluasi total sistem keamanan dan standar fisik latihan. (Tim)

Berita Terkait

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:46 WIB

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Berita Terbaru