Britainaja – Kabar membanggakan datang dari industri sinema tanah air. Produser berbakat asal Indonesia, Yulia Evina Bhara, baru saja menerima undangan resmi untuk bergabung menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS).
Jika menerima undangan istimewa ini, pendiri KawanKawan Media tersebut akan memiliki hak suara (voting) yang menentukan siapa saja yang layak membawa pulang trofi berlapis emas di ajang Piala Oscar mendatang. Yulia bakal bersanding dengan jajaran produser top dunia seperti Chad Oman, Mason Novick, hingga Eli Bush.
Langkah besar ini bukan tanpa alasan. Nama Yulia Evina Bhara meroket di kancah global setelah ia sukses mengawal film-film berkualitas tinggi yang mencuri perhatian festival internasional, seperti Autobiography (2022) dan Tiger Stripes (2023).
AMPAS Rangkul Ratusan Talenta Hebat dari 60 Negara
Tahun ini, organisasi penyelenggara Piala Oscar tersebut melayangkan undangan resmi kepada 529 seniman dan eksekutif terpilih dari seluruh penjuru dunia. Angka ini sedikit lebih ramping ketimbang tahun lalu yang mencapai 534 nama.
Meski jumlahnya menyusut, daftar anggota baru kali ini justru membawa angin segar perubahan. Di dalam kelompok terpilih ini, terdapat 95 nomine Piala Oscar, 21 pemenang penghargaan, serta tiga peraih Scientific and Technical Awards.
“Kami sangat gembira menyambut kelompok seniman dan profesional film yang luar biasa ini,” ungkap CEO Academy Bill Kramer bersama Presiden Academy Lynette Howell Taylor lewat pernyataan resminya.
Mereka juga menambahkan bahwa dedikasi para talenta baru ini telah memberikan kontribusi nyata yang luar biasa bagi perkembangan industri film global.
Menuju Oscar yang Lebih Adil dan Beragam
Satu hal yang paling menarik dari daftar undangan tahun ini adalah komitmen AMPAS terhadap keberagaman. Pihak penyelenggara tampaknya makin serius mengikis kesan eksklusif Hollywood yang selama ini melekat.
Data dari Variety menunjukkan bahwa komposisi undangan baru ini terdiri dari:
-
42% Perempuan
-
56% Komunitas Minoritas (melonjak tajam dari 45% pada tahun sebelumnya)
-
53% Sineast Internasional dari 60 negara di luar Amerika Serikat
Jika seluruh undangan menerima tawaran ini, total anggota AMPAS akan menyentuh angka 11.319 orang dengan 10.338 pemilik hak suara aktif. Transformasi ini otomatis mendongkrak persentase keterwakilan perempuan menjadi 36% dan komunitas minoritas menjadi 25% dari total keseluruhan anggota.
Seleksi Ketat di Balik Layar
Menjadi bagian dari AMPAS bukanlah perkara gampang. Seseorang tidak bisa mendaftarkan dirinya sendiri secara mandiri. Sistem keanggotaan ini murni berjalan lewat jalur rekomendasi yang dikelola ketat oleh 19 cabang keahlian khusus.
Para nomine Oscar memang otomatis masuk dalam radar pertimbangan di tahun mereka masuk nominasi. Namun bagi nama-nama lain, mereka harus melewati proses penyaringan yang sangat berlapis dari komite eksekutif cabang, Komite Keanggotaan, hingga ketukan palu terakhir dari Dewan Gubernur (Board of Governors).
Uniknya, ada sembilan nama yang mendapat undangan dari lebih dari satu cabang keahlian karena bakat mereka yang serbisa. Di antaranya adalah Safdie bersaudara, serta sutradara film Sirāt, Oliver Laxe. Mereka yang terpilih di multisektor ini harus memilih salah satu cabang keahlian saat menandatangani persetujuan bergabung.
Undangan untuk Yulia Evina Bhara ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas sineas Indonesia makin mendapat pengakuan tinggi di level tertinggi perfilman dunia. (Tim)






