Britainaja – Aksi pencurian kembali merenggut ketenangan warga Kota Sungai Penuh. Kali ini, nasib malang menimpa Zaidin (55), seorang pemilik toko kelontong di Desa Koto Renah, Kecamatan Pesisir Bukit. Kawanan maling menyantroni usahanya pada Senin subuh dan membawa kabur uang belasan juta rupiah.
Begitu menerima laporan dari masyarakat pada Rabu (18/5/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, personel Polsek Sungai Penuh langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk membantu korban.
Polisi Kejar Pelaku dan Kumpulkan Bukti di TKP
Merespons laporan tersebut, Tim dari Unit Reskrim dan Unit Intel Polsek Sungai Penuh langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas bergerak aktif mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi demi mendapatkan petunjuk kuat.
Kapolsek Sungai Penuh, AKP Eko Munkoid, membenarkan insiden yang meresahkan warga ini. Ia menegaskan bahwa anggotanya sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan awal secara mendalam.
“Kami sudah menerima laporan dari korban dan anggota kami sudah selesai melakukan cek TKP. Saat ini kami sedang mengumpulkan semua bukti yang ada,” ujar AKP Eko Munkoid.
Detik-Detik Aksi Pelaku Terekam Kamera CCTV

Berdasarkan data pihak kepolisian, Zaidin sang pemilik toko sebenarnya merupakan warga Desa Kumun Hilir, Kecamatan Kumun Debai. Namun, ia menjalankan usaha kelontongnya di kawasan Koto Renah.
Petunjuk penting muncul dari rekaman kamera CCTV milik konter Taman Langit Cell yang berada tepat di dekat ruko korban. Kamera pengawas tersebut merekam gerak-gerik mencurigakan yang diduga kuat sebagai aksi pencurian pada Senin dini hari sekitar pukul 04.10 WIB.
Kerugian Sementara Mencapai Belasan Juta Rupiah
Informasi sementara dari lapangan menyebutkan bahwa pelaku berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp15 juta yang tersimpan di dalam ruko. Hingga saat ini, pihak korban bersama kepolisian masih mendata ulang rincian barang-barang di toko untuk memastikan total kerugian yang sebenarnya.
Saat ini, Polsek Sungai Penuh terus memburu pelaku dan melakukan penyelidikan mendalam demi mengungkap identitas kawanan maling tersebut. (Tim)






