Britainaja – Kehamilan di usia remaja masih menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Ketua UKK Neonatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A, Subsp. Neo (K), menyoroti bahwa fenomena ini tidak hanya membebani sang ibu, tetapi juga mengancam keselamatan bayi yang baru lahir.
Persiapan yang Minim Menjadi Kendala Utama
Dr. Adhi menjelaskan bahwa banyak remaja menjalani kehamilan tanpa persiapan matang, mulai dari aspek fisik, mental, hingga finansial. “Tantangan terbesar di Jakarta saat ini adalah kehamilan dini. Mereka sering kali belum memiliki jaminan sosial atau tabungan untuk biaya persalinan,” ungkapnya dalam diskusi kesehatan baru-baru ini.
Kondisi tersebut otomatis mempersulit tenaga medis saat harus menangani bayi yang lahir dalam kondisi kritis. Meski tim medis tetap berupaya maksimal, proses penyelamatan menjadi jauh lebih kompleks karena faktor pendukung dari sisi keluarga belum siap.
Risiko Kesehatan pada Bayi
Remaja yang hamil memiliki risiko tinggi melahirkan bayi dengan kondisi:
-
Kelahiran Prematur: Bayi lahir sebelum waktunya.
-
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR): Berat bayi di bawah standar normal.
-
Gangguan Kesehatan Serius: Kondisi yang memerlukan perawatan intensif di unit Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Pentingnya Rujukan “Di Dalam Kandungan”
Dr. Adhi menekankan pentingnya sistem rujukan yang terencana. Idealnya, rujukan dilakukan saat bayi masih di dalam kandungan. Jika dokter kandungan mendeteksi adanya potensi masalah, ibu harus segera pindah ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap sebelum proses persalinan dimulai.
“Kita jangan hanya sekadar memindahkan pasien dengan ambulans. Hal terpenting adalah kesiapan fasilitas kesehatan tujuan,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan tenaga kesehatan di Puskesmas agar mampu melakukan stabilisasi awal pada bayi sebelum merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar.
Sentuhan Manusia di Ruang NICU
Di RSIA Bunda Jakarta, dr. Adhi menerapkan pendekatan Family Integrated Care (FICare). Metode ini mengubah pandangan bahwa NICU adalah tempat yang menakutkan. Di sini, orang tua tidak hanya menonton, tetapi terlibat langsung dalam merawat bayi mereka.
Beberapa langkah humanis yang di terapkan antara lain:
-
Metode Kanguru (Kangaroo Mother Care): Melibatkan ibu dan ayah untuk mendekap bayi guna menjaga stabilitas suhu dan detak jantung.
-
Pemberian ASI Eksklusif (MOM): Mendorong ibu memberikan ASI sebagai nutrisi dan pelindung imun terbaik bagi bayi prematur.
-
Edukasi Intensif: Membekali orang tua agar siap merawat anak setelah keluar dari rumah sakit.
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Dr. Adhi mengajak masyarakat untuk memberikan edukasi yang tepat kepada remaja agar kehamilan dapat terencana dengan baik demi masa depan generasi bangsa yang lebih sehat.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mengapa kehamilan remaja sangat berisiko bagi bayi?
Karena tubuh remaja secara fisik sering kali belum siap untuk mengandung, di tambah lagi dengan kurangnya asupan nutrisi dan kesiapan mental yang memicu komplikasi seperti kelahiran prematur.
2. Apa itu metode Family Integrated Care (FICare)?
FICare adalah model perawatan di rumah sakit yang melibatkan orang tua secara aktif dalam merawat bayi mereka yang sedang berada di ruang intensif (NICU), di dampingi oleh tenaga medis profesional.
3. Kapan sebaiknya rujukan medis dilakukan?
Rujukan sebaiknya di lakukan sedini mungkin, bahkan saat bayi masih di dalam kandungan, jika dokter sudah mendeteksi adanya risiko gangguan kesehatan pada janin.
4. Apa manfaat Metode Kanguru bagi bayi prematur?
Metode ini membantu menstabilkan suhu tubuh bayi, meningkatkan detak jantung yang teratur, serta mempererat ikatan batin (bonding) antara orang tua dan anak. (Tim)






