Britainaja – Tragedi memilukan melanda Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara pada Rabu (6/5/2026). Tabrakan hebat antara bus dan truk yang memicu kebakaran besar ini merenggut 16 nyawa.
Di tengah duka yang mendalam, tim medis dan kepolisian kini bergerak cepat untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Polda Sumsel Buka Layanan Hotline
Untuk membantu keluarga yang kehilangan kerabat, Polda Sumatera Selatan segera mengaktifkan Posko Disaster Victim Identification (DVI). Layanan ini bertujuan mempercepat proses identifikasi para korban yang terdampak kebakaran hebat dalam insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, menyampaikan bahwa masyarakat dapat menghubungi nomor resmi untuk mendapatkan informasi terkini.
Hotline DVI Polda Sumsel: 0821-7803-8910
Mengenal Peran Penting Tim DVI
Tim DVI bekerja saat terjadi bencana dengan jumlah korban massal, baik itu bencana alam maupun kecelakaan transportasi. Keahlian mereka sangat krusial, terutama ketika kondisi fisik korban sulit dikenali secara visual akibat api.
Proses identifikasi ini mengikuti standar internasional (Interpol) melalui lima tahap utama:
-
Olah TKP (The Scene): Tim memisahkan korban selamat untuk segera mendapat perawatan dan menandai lokasi penemuan jenazah.
-
Pemeriksaan Jenazah (Post Mortem): Para ahli forensik mengumpulkan data fisik seperti sidik jari, struktur gigi, dan sampel DNA.
-
Data Keluarga (Ante Mortem): Tim mengumpulkan informasi dari keluarga, mulai dari ciri khusus (tato/tanda lahir) hingga rekam medis gigi korban semasa hidup.
-
Rekonsiliasi: Para ahli mencocokkan data jenazah dengan data dari keluarga. Seseorang dinyatakan teridentifikasi jika ditemukan kecocokan pada poin utama seperti DNA atau gigi.
-
Evaluasi (Debriefing): Tim melakukan peninjauan menyeluruh atas seluruh proses kerja setelah misi selesai.
Tantangan Identifikasi pada Korban Kebakaran
Mengidentifikasi korban yang terjebak dalam api memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Berikut adalah beberapa kendala yang sering dihadapi tim di lapangan:
-
Hilangnya Sidik Jari: Suhu panas yang ekstrem seringkali merusak jaringan kulit jari, sehingga tim harus mengandalkan data gigi atau tulang.
-
Hancurnya Properti: Barang pribadi seperti dompet atau KTP seringkali ikut hangus terbakar, sehingga identitas sekunder sulit ditemukan.
-
Akses Lokasi: Asap tebal dan risiko runtuhan bangunan di lokasi kejadian dapat menghambat kecepatan evakuasi awal.
Siapa Saja Anggota Tim DVI Indonesia?
Indonesia memiliki tim DVI yang tangguh sejak tahun 1999, terdiri dari kolaborasi antara Polri dan Kementerian Kesehatan. Tim ini melibatkan berbagai tenaga ahli, antara lain:
-
Dokter Spesialis Forensik
-
Dokter Gigi Forensik
-
Ahli Antropologi (Pakar Tulang)
-
Fotografer Forensik
Mari kita iringi proses ini dengan doa bagi para korban dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga proses identifikasi berjalan lancar agar setiap korban dapat dipulangkan ke keluarga dengan layak. (Tim)





