Britainaja – Dunia medis tanah air sedang berselimut duka. Kepergian dr. Myta Aprilia Azmy meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga para pasien yang pernah merasakan sentuhan kasihnya.
Sebelum bertugas sebagai Dokter Internship di RSUD Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, almarhumah telah mengukir kenangan indah di hati banyak orang.
Kenangan Hangat dari Bangsal Rumah Sakit
Bagi dr. Hendra Cipta, sang pembimbing saat masa Koas di RSUD Sekayu, Myta adalah cahaya di tengah hiruk-pikuk rumah sakit. Melalui unggahan menyentuh di media sosial, dr. Hendra mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang sangat ceria dan supel.
Myta memiliki kemampuan luar biasa dalam menenangkan pasien. Ia tidak hanya bekerja dengan ilmu medis, tetapi juga dengan empati yang tulus. “Sangat dirindukan, dihormati selamanya,” tulis dr. Hendra dalam pesan perpisahan yang mengharukan. Jejak kebaikannya kini abadi, menjadi teladan bagi rekan sejawat lainnya.
RSUD Daud Arif Buka Suara Terkait Kondisi Kesehatan
Menanggapi simpang siur informasi, Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, memberikan penjelasan mengenai kondisi almarhumah. Pihak manajemen rumah sakit telah mengumpulkan keterangan dari komite medik dan rekan kerja terdekat Myta.
Berdasarkan hasil penelusuran internal, almarhumah diketahui sudah berjuang melawan sakit batuk dan sesak napas sejak beberapa waktu lalu, bahkan sempat menjalani perawatan pada pertengahan Maret.
Pihak rumah sakit juga secara tegas membantah adanya isu perundungan (bullying) di lingkungan kerja dan memastikan bahwa komunikasi internal terus berjalan transparan.
Kemenkes Terjunkan Tim Investigasi Terpadu
Tragedi ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Untuk memastikan keadilan dan evaluasi sistem yang menyeluruh, Kemenkes resmi mengirimkan tim investigasi terpadu ke Jambi. Tim ini terdiri dari Inspektorat Jenderal hingga tim ahli profesi.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengaudit beberapa poin penting:
-
Beban Kerja: Memastikan apakah tugas harian sesuai dengan standar kesehatan dokter.
-
Tata Kelola Wahana: Mengevaluasi fasilitas dan sistem pendampingan dokter magang.
-
Skrining Kesehatan: Meninjau kembali proses pengecekan kesehatan awal para peserta internship.
Kemenkes berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas jika menemukan kelalaian prosedur. Hasil investigasi ini akan menjadi landasan penting dalam memperkuat sistem perlindungan bagi seluruh dokter internship di Indonesia, agar keselamatan tenaga medis selalu menjadi prioritas utama.
Semoga dedikasi dan senyum tulus dr. Myta Aprilia Azmy mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan, dokter baik. (Tim)






