Britainaja – Pasar keuangan mengawali hari Selasa (28/4/2026) dengan sedikit kecemasan. Nilai tukar rupiah membuka perdagangan dengan tren menurun terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan pantauan data Doo Financial Futures pukul 10.05 WIB, mata uang Garuda terkoreksi 26 poin atau sekitar 0,15% ke posisi Rp17.237.
Mengapa Rupiah Tertekan?
Kondisi ini sebenarnya tidak terjadi sendirian. Rupiah bergerak searah dengan mayoritas mata uang di Asia Tenggara. Peso Filipina, rupee India, hingga baht Thailand juga kompak mencatat pelemaan terhadap dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyoroti bahwa faktor eksternal menjadi pemicu utama. Saat ini, investor global sedang berada dalam mode risk-off atau cenderung menghindari aset berisiko. Pemicunya adalah ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah setelah Amerika Serikat kabarnya menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran.
Situasi ini memberikan dampak ganda yang memberatkan rupiah:
-
Indeks Dolar Menguat: Investor lebih memilih memegang dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
-
Harga Minyak Naik: Ketidakpastian di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, yang biasanya memberi tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang.
Momen Terakhir Jerome Powell
Di sisi lain, perhatian dunia juga tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Pertemuan kali ini terasa emosional sekaligus krusial karena menjadi agenda terakhir bagi Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.
Meski pasar memprediksi suku bunga tetap stabil, Powell kemungkinan besar akan menutup masa jabatannya dengan pernyataan yang hawkish (cenderung agresif terhadap inflasi). Meski demikian, fokus pasar saat ini tampaknya lebih terbagi pada isu geopolitik ketimbang kebijakan moneter AS semata.
Kondisi Dalam Negeri
Dari sisi domestik, angin segar belum juga datang. Pelaku pasar masih menunggu kejelasan arah kebijakan pemerintah, terutama mengenai pengelolaan defisit anggaran dan langkah Bank Indonesia selanjutnya terkait suku bunga acuan. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat rupiah cukup rentan terhadap hantaman sentimen global.
Prediksi Hari Ini
Secara teknikal, para analis memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan bermain di rentang sensitif.
Proyeksi Kurs Rupiah (28 April 2026): > Rp17.150 – Rp17.300 per dolar AS.
Bagi Anda yang memiliki keperluan transaksi valuta asing, tetap pantau dinamika pasar global karena sentimen geopolitik dapat berubah dengan sangat cepat. (Tim)






