Britainaja – Langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertahan di zona merah pada perdagangan Rabu pagi (22/4/2026). Penurunan ini menandai pelemahan indeks selama tiga hari berturut-turut.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI pukul 09.03 WIB, IHSG merosot 0,11% atau kehilangan sekitar 8,24 poin ke posisi 7.551,14.
Penyebab Tekanan Pasar
Meski sebagian besar sektor berusaha bangkit, tiga sektor utama justru menyeret indeks ke bawah. Penurunan terdalam datang dari:
-
Sektor Infrastruktur
-
Sektor Energi
-
Sektor Keuangan
Di sisi lain, mayoritas sektor lainnya sebenarnya masih mampu bertahan di zona hijau. Hingga menit awal perdagangan, sebanyak 287 saham menguat, namun tekanan dari 193 saham yang melemah tetap mendominasi arah indeks. Sementara itu, 202 saham lainnya tidak bergerak dari posisi semula.
Aktivitas Transaksi
Pasar mencatatkan volume perdagangan mencapai 2,33 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp 907,30 miliar. Angka ini menunjukkan dinamika transaksi yang cukup aktif di tengah fluktuasi harga.
Daftar Saham Paling Bergejolak (LQ45)
Investor perlu mencermati pergerakan saham-saham bluechip yang menjadi penggerak pasar pagi ini:
Top Losers (Paling Terkoreksi):
-
DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk): Turun 7,55% ke Rp 2.570.
-
BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk): Turun 5,44% ke Rp 5.650.
-
TOWR (PT Sarana Menara Nusantara Tbk): Turun 0,99% ke Rp 500.
Top Gainers (Paling Cuan):
-
ASII (PT Astra International Tbk): Naik 1,58% ke Rp 6.425.
-
UNTR (PT United Tractors Tbk): Naik 1,56% ke Rp 32.475.
-
ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk): Naik 1,43% ke Rp 26.625.
Tips Investor: Meskipun indeks cenderung melemah (sideways), kenaikan pada saham-saham seperti ASII dan UNTR menunjukkan adanya minat beli pada sektor otomotif dan alat berat. Tetap pantau sentimen pasar global sebelum mengambil keputusan transaksi hari ini. (Tim)






