Britainaja – Nama Fadly Alberto Hengga abadi dalam sejarah sepak bola Indonesia. Melalui kaki pemuda asal Papua ini, Timnas U17 Indonesia memetik kemenangan pertama sepanjang sejarah di ajang Piala Dunia FIFA. Namun, kini namanya justru mencuat di tengah isu kurang sedap pasca-pertandingan liga remaja.
Momen Emas di Aspire Zone
Publik tanah air tentu masih mengingat jelas momen 10 November 2025 di Doha, Qatar. Saat itu, Indonesia menghadapi Honduras dalam babak grup Piala Dunia U17. Setelah eksekusi penalti Evandra Florasta dan gol balasan Luis Suazo, Fadly Alberto tampil sebagai pembeda.
Tepat pada menit ke-72, Fadly melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengunci kemenangan 2-1 untuk Garuda Muda. FIFA bahkan memuji bakat pemain Bhayangkara Presisi FC ini sebagai sosok kunci yang membawa Indonesia naik kelas ke level dunia.
Cinta Sepak Bola Sejak Balita
Perjalanan Fadly tidaklah instan. Lahir di Timika pada 2008 dan besar di Bojonegoro, ia sudah jatuh cinta pada bola sejak usia tiga tahun. Dukungan penuh sang ibu mengantarnya mengikuti berbagai turnamen hingga menembus Timnas U16 pada usia 15 tahun.
“Ibu membawa saya ke turnamen di mana pun. Saya ingin membuat keluarga saya bangga,” ungkap Fadly penuh semangat dalam sebuah kesempatan.
Insiden di Stadion Citarum: Teguran dari Sang Pelatih
Sayangnya, kabar kurang menyenangkan datang dari kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U20. Usai laga antara Dewa United U20 melawan Bhayangkara FC U20 pada Minggu (19/4/2026), kericuhan pecah di Stadion Citarum, Semarang.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan seorang pemain melepaskan “tendangan kungfu” ke arah lawan. Nama Fadly Alberto pun diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Kejadian ini langsung memicu reaksi keras dari pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto. Melalui pernyataan resminya, Nova sangat menyayangkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai sportivitas tersebut.
“Kejadian itu bukan contoh yang baik untuk pemain lain. Seandainya benar ada pemain Timnas muda yang terlibat, pasti ada konsekuensi tegas. Pemain nasional harus memberikan teladan,” ujar Nova.
Harapan untuk Masa Depan
Terlepas dari dugaan keterlibatannya dalam keributan tersebut, publik tetap berharap Fadly dan para pemain muda lainnya mampu menjaga disiplin.
Bakat besar yang mereka miliki adalah aset berharga bagi masa depan sepak bola Indonesia. Sportivitas di lapangan hijau harus tetap menjadi prioritas utama, melampaui skor akhir pertandingan. (Tim)






