Trump Pilih Damai: 5 Alasan Besar di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

Tekanan Dalam Negeri: Bayang-bayang Pemakzulan di Capitol Hill

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trump Pilih Damai: 5 Alasan Besar di Balik Gencatan Senjata AS-Iran. (Foto/X)

Trump Pilih Damai: 5 Alasan Besar di Balik Gencatan Senjata AS-Iran. (Foto/X)

Britainaja – Presiden Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan serangan udara terhadap infrastruktur energi Iran selama dua minggu. Keputusan “gencatan senjata dua sisi” ini muncul setelah Teheran setuju untuk segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Meskipun Trump menyebut proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi yang layak, ia tetap memberikan peringatan keras. Jika kesepakatan final gagal tercapai dalam kurun waktu 14 hari, ia siap memerintahkan serangan udara yang jauh lebih dahsyat.

Berikut adalah lima alasan utama mengapa Trump akhirnya memilih jalur diplomasi daripada melanjutkan peperangan:

1. Menghindari Keruntuhan Ekonomi Global

Alan Eyre, peneliti dari Middle East Institute, menilai Trump merasa cemas dengan dampak ekonomi yang kian tak terkendali. Kendali Iran atas Selat Hormuz mengancam stabilitas dunia. Trump menyadari bahwa ia harus segera “menyatakan kemenangan” dan mengakhiri konflik sebelum semuanya terlambat. Dengan mundur dari ancaman perang total, Trump berusaha memperbaiki kekacauan ekonomi yang mulai menghantui pasar global.

Baca Juga :  Satu Langkah Menuju Damai atau Perang? Babak Baru Iran-AS di Islamabad

2. Tekanan Politik dan Ancaman Pemakzulan

Di dalam negeri, Trump menghadapi gelombang protes politik yang hebat. Anggota Kongres, Alexandria Ocasio-Cortez (AOC), secara vokal mendesak pencopotan Trump dari jabatannya. Para politisi Demokrat menilai tindakan Trump yang mengancam kehancuran peradaban Iran sebagai tindakan berbahaya yang mempertaruhkan kesejahteraan bangsa Amerika. Gencatan senjata ini menjadi upaya untuk meredam tensi politik di Washington.

3. Terjepit Tanpa Pilihan Strategis

Pakar kebijakan luar negeri, Trita Parsi, mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya tidak memiliki pilihan bagus di meja perundingan. Perang yang lebih luas dengan Iran hanya akan menghancurkan masa jabatan kepresidenannya. Eskalasi lebih lanjut terhadap sumber daya energi Iran pasti memicu aksi balas dendam yang akan menciptakan krisis energi global yang jauh lebih buruk. Trump membutuhkan jalan keluar yang terlihat “terhormat” di mata publik.

Baca Juga :  Miss Meksiko Walk Out di Miss Universe 2025, Usai Disemprot Direktur Ajang

4. Strategi Mengamankan Selat Hormuz

Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengeklaim gencatan senjata ini sebagai kemenangan militer Amerika. Fokus utama Washington adalah memastikan Selat Hormuz kembali terbuka untuk jalur perdagangan internasional. Dengan dibukanya jalur vital ini, AS merasa telah mencapai tujuan inti mereka dan kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi diplomatik di Islamabad mendatang.

5. Upaya Menstabilkan Harga Minyak Dunia

Keputusan gencatan senjata ini langsung memberikan napas lega bagi pasar keuangan. Harga minyak mentah dunia segera merosot tajam hingga 16 persen ke level USD 94,59 per barel. Di Asia, pasar saham pun merespons positif dengan lonjakan indeks Nikkei dan Kospi. Trump sadar bahwa harga bahan bakar yang mencekik hanya akan memperburuk citranya di mata pemilih, sehingga stabilitas harga menjadi prioritas utama. (Tim)

Berita Terkait

5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan
Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia
Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta
Polisi Seoul Ajukan Surat Penangkapan Bos HYBE Bang Si-hyuk
Era Baru Apple: John Ternus Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Tim Cook
Israel Siapkan ‘Pride Land’, Festival LGBTQ+ Terbesar di Kawasan Laut Mati
Skandal Staf Muda Memanas, Menaker AS Lori Chavez-DeRemer Resmi Mundur
AS Perketat Penjagaan Selat Malaka, Incar Penyelundup Minyak Ilegal
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00 WIB

5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta

Rabu, 22 April 2026 - 19:00 WIB

Polisi Seoul Ajukan Surat Penangkapan Bos HYBE Bang Si-hyuk

Rabu, 22 April 2026 - 16:00 WIB

Era Baru Apple: John Ternus Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Tim Cook

Berita Terbaru

Ilustrasi - Peternak Bebek Sedang Memberikan Makan Bebek.

Tips & Trik

Cara Mudah Membuat Pakan Bebek Fermentasi dari Limbah Dapur

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB