KERINCI, Britainaja – Setelah bertahun-tahun menunggu, akhirnya kabar menggembirakan mulai menghampiri masyarakat di Renah Pemetik, Kerinci. Hal ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Kerinci mulai mengerjakan pembangunan ruas jalan yang selama ini sangat diidamkan masyarakat.
Hal ini terlihat saat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci mulai menurunkan alat berat ke lokasi sejak 31 Maret 2026 lalu.
Sejak awal pengerjaan jalan tersebut, tim di lapangan langsung bergerak cepat. Mereka membentuk badan jalan sebagai tahap awal pembangunan. Selain itu, petugas juga menata jalur agar proses pengerjaan berjalan lebih efektif.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur. Terlebih lagi, akses jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, masyarakat Renah Pemetik menyambut pengerjaan ini dengan penuh sukacita. Selama ini, kondisi jalan yang kurang memadai dan sering menghambat aktivitas warga, terutama saat musim hujan.
Kini, dengan dimulainya pembangunan, warga berharap mobilitas akan semakin lancar. Bahkan, mereka juga optimistis perekonomian lokal akan ikut tumbuh seiring dengan membaiknya akses transportasi.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Maya Novefri Handayani, menyampaikan bahwa pihaknya terus mempercepat progres pekerjaan di lapangan. Saat ini, tim memfokuskan pekerjaan pada pembentukan struktur dasar jalan sebagai fondasi utama.
Selanjutnya, setelah tahap ini selesai, tim akan terus melakukan koordinasi dengan PUPR Provinsi Jambi untuk melanjutkan ke proses pengerasan agar jalan semakin kokoh dan tahan lama.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya dalam mempercepat pembangunan tersebut.
“Kami langsung menurunkan alat berat pada 31 Maret 2026 dan segera memulai pembentukan badan jalan. Kami terus mendorong percepatan pekerjaan agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Maya menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi pekerjaan di lapangan agar berjalan sesuai rencana. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hasil pembangunan.
Selain kerja teknis di lapangan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif. Dengan demikian, proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Lebih lanjut, dukungan warga akan membantu menjaga kualitas jalan setelah pembangunan selesai.
Pada akhirnya, pembangunan jalan ini tidak hanya membuka akses baru. Sebaliknya, proyek ini juga membawa harapan besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Renah Pemetik.
Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah. Selain itu, peluang ekonomi baru pun akan semakin terbuka. Oleh karena itu, pemerintah optimistis wilayah ini akan berkembang lebih pesat di masa mendatang.
Sebelumnya Plt. Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas PUTR Provinsi Jambi, Muhammad Naufal Afandi, S.T., menyatakan bahwa tim teknis telah merampungkan survei lokasi. Selanjutnya, tim langsung mendata titik-titik kerusakan secara detail agar penanganan menjadi lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, Dinas PUTR Provinsi Jambi terus menjalin koordinasi intensif dengan Bupati Kerinci serta Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Dengan demikian, seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dijelaskannya berdasarkan data teknis, tim telah menyusun linimasa pengerjaan secara ketat mulai bulan depan. Pertama, pada Minggu I April 2026, tim akan menuntaskan finalisasi administrasi serta Kerangka Acuan Kerja (KAK). Kemudian, pada Minggu II April 2026, tim akan melakukan pengecekan akhir seluruh armada di workshop. Selanjutnya, pada Minggu III April 2026, tim akan memobilisasi alat berat menuju lokasi di Kabupaten Kerinci. Terakhir, pada Minggu IV April 2026, tim akan menggelar material sekaligus memulai proses perataan jalan.
Dengan langkah nyata tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan pembangunan ini akan berdampak langsung bagi mobilitas warga. Lebih dari itu, pemerintah ingin menunjukkan kehadiran nyata dalam pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah. (Tim)






