Bos Rokok HS Mangkir dari Panggilan KPK, Kasus Suap Bea Cukai Makin Panas

KPK Dorong Saksi Kooperatif dalam Kasus Suap Bea Cukai

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (JawaPos.com)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (JawaPos.com)

Britainaja – Bos rokok HS sekaligus pendiri Surya Group, Muhammad Suryo, tidak hadir saat dipanggil KPK pada Kamis (2/4). Ia seharusnya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan belum menerima alasan ketidakhadiran Suryo. KPK meminta Suryo tetap kooperatif jika di jadwalkan ulang.

“Keterangan Suryo penting untuk mengembangkan kasus dugaan suap ini. Kami akan koordinasikan pemanggilan ulang dan mengimbau saksi kooperatif,” ujar Budi, Jumat (3/4).

Baca Juga :  Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK

Kasus ini menyoroti dugaan kongkalikong antara pejabat Bea Cukai dan perusahaan rokok serta minuman keras ilegal terkait pengaturan cukai. Sejumlah pengusaha rokok, termasuk Martinus Suparman dari Pasuruan, Jawa Timur, sudah dipanggil KPK.

Pengembangan kasus sebelumnya menetapkan Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, sebagai tersangka baru. KPK berencana memanggil lebih banyak perusahaan rokok dan minuman keras dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang di duga terlibat gratifikasi cukai.

Baca Juga :  Kekayaan Deddy Corbuzier Hampir Tembus Rp 1 Triliun, Ini Rinciannya

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka, termasuk pejabat Bea Cukai dan pemilik PT Blueray. Dugaan pemufakatan jahat ini memungkinkan barang impor masuk jalur hijau tanpa pemeriksaan, termasuk barang palsu atau ilegal, dengan imbalan uang rutin kepada pejabat.

Budi menegaskan, setiap keterangan saksi penting untuk menelusuri mekanisme cukai dan mengungkap praktik ilegal di lapangan. (Tim)

Berita Terkait

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag
Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW
Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul
Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia
Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol
Sejarah G30S/PKI: Ringkasan Peristiwa 1965, Kronologi, dan Kontroversi
Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai
Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mencegah Penularan Virus Influenza A. (Foto: AI)

Health

Cara Ampuh Mencegah Penularan Virus Influenza A

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:08 WIB

Ilustrasi - Pasangan Suami Isteri. Cara Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah. (Foto: AI)

Nasional

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:11 WIB

Ilustrasi - Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native. (Foto: AI)

Tech & Game

Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native di Switch 2

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:10 WIB