Britainaja – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengungkap keterlibatan empat prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Komandan Puspom TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, menyebut keempat prajurit tersebut berasal dari satuan Denma Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Mereka berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, dengan latar belakang dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Petugas telah mengamankan dan menahan keempatnya di Pomdam Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing serta motif di balik serangan tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie Yunus baru saja selesai melakukan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng.
Serangan air keras menyebabkan luka serius pada tubuh korban, termasuk bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencatat luka bakar mencapai sekitar 24 persen dari tubuh korban.
Saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (Tim)















