Britainaja – Tren otomotif tanah air sedang bergeser ke arah kendaraan yang mampu melahap segala medan tanpa harus mengorbankan kepraktisan. Motor bebek trail atau “crossover” kini menjadi primadona baru bagi pengendara yang bosan dengan tampilan skutik mainstream. Memasuki Februari 2026, pasar di sambut dengan persaingan ketat antara Honda X-Tracker, Yamaha PG-1, dan Viar Cross X yang masing-masing membawa karakter unik.
Ketiga pabrikan ini membidik segmen yang sama: kaum petualang urban dan pecinta light off-road. Meskipun secara struktur merupakan motor bebek, ketiganya di bekali kaki-kaki jenjang dan ban berpola kasar (dual purpose) yang siap di ajak menyusuri jalanan aspal hingga jalan tanah berbatu di pedesaan.
Komparasi Spesifikasi dan Gaya Berkendara
Honda X-Tracker hadir sebagai evolusi dari seri petualang Honda yang dikenal irit dan memiliki durabilitas mesin tinggi. Mengusung DNA tangguh, motor ini menawarkan posisi berkendara yang ergonomis dengan stang lebar khas motor trail sejati. Teknologi injeksi PGM-FI andalannya tetap menjadi jaminan bagi mereka yang mengutamakan efisiensi bahan bakar saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Di sisi lain, Yamaha PG-1 mencuri perhatian dengan desainnya yang sangat ikonik dan cenderung bergaya retro-adventure. Yamaha sepertinya sengaja menonjolkan sisi gaya hidup pada model ini, menjadikannya pilihan favorit bagi anak muda yang ingin tampil beda saat sunmori atau sekadar nongkrong di kafe. Sementara itu, Viar Cross X tetap setia di jalurnya sebagai opsi paling pragmatis dengan harga yang sangat kompetitif namun tetap memiliki ketangguhan yang bisa diandalkan untuk kerja keras di medan berat.
Update Harga OTR Jakarta (Edisi Februari 2026)
Berikut adalah ringkasan harga terbaru untuk mempermudah Anda dalam menentukan budget:
Honda X-Tracker: Berada di kisaran Rp38.000.000 – Rp40.500.000 (Tergantung varian aksesoris).
Yamaha PG-1: Dibanderol mulai dari Rp34.200.000.
Viar Cross X 150: Menjadi opsi paling ekonomis di angka Rp18.000.000 – Rp20.000.000.
Memilih Antara Gaya, Durabilitas, atau Harga
Jika Anda bingung menentukan pilihan, ada baiknya melihat kembali kebutuhan utama Anda. Berdasarkan pantauan kami di komunitas motor, Yamaha PG-1 memiliki keunggulan pada ketersediaan part modifikasi yang sangat beragam, sehingga Anda bisa dengan mudah mengubah tampilannya menjadi lebih personal. Namun, dari segi nilai jual kembali dan jaringan bengkel resmi, Honda tetap sulit untuk digeser.
Viar Cross X tetap memiliki tempat spesial bagi pelaku usaha di perkebunan atau daerah pelosok. Dengan harga hampir separuh dari rival Jepangnya, motor ini menawarkan fungsionalitas murni tanpa embel-embel gengsi yang berlebihan. Tips dari saya: jika tujuan Anda adalah hobi dan koleksi, PG-1 adalah pemenangnya. Namun jika Anda mencari partner setia untuk perjalanan lintas kota dengan medan tak menentu, Honda X-Tracker adalah investasi yang lebih bijak.
Pastikan Anda melakukan test ride terlebih dahulu karena distribusi beban motor bebek trail sedikit berbeda dengan motor bebek standar. Penyesuaian pada suspensi depan yang lebih panjang seringkali membuat radius putar sedikit lebih lebar, sebuah detail kecil yang krusial saat Anda bermanuver di kemacetan kota. (Tim)















