Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri

Ilustrasi. Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri

Britainaja – Dominasi Bali sebagai magnet utama pariwisata Indonesia kini merambah ke sektor yang lebih spesifik dan bernilai tinggi: wellness tourism. Bukan sekadar liburan biasa, tren perjalanan yang fokus pada pemulihan kesehatan fisik, mental, hingga ketenangan emosional ini menempatkan Pulau Dewata sebagai garda terdepan di peta persaingan global.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa kesiapan Bali bukan tanpa alasan. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia di Bali sudah jauh melampaui wilayah lain. Hasil identifikasi dua tahun lalu membuktikan bahwa Bali memiliki ekosistem paling matang untuk menyambut wisatawan yang mencari kebugaran holistik.

Komitmen ini sebenarnya memiliki akar sejarah yang kuat. Sejak hampir tiga dekade lalu, pemerintah telah menanam fondasi dengan menjadikan Sanur sebagai proyek percontohan kawasan kesehatan. Vinsensius dalam bincang publik pada Sabtu (31/1/2026) menekankan bahwa langkah ini adalah bukti keseriusan negara dalam mengelola aset wisata secara berkelanjutan dan menjadikannya skala prioritas nasional.

Baca Juga :  Tanpa Deposit! Rekomendasi Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Awal Januari 2026

Ada misi besar di balik penguatan wisata kebugaran ini. Pemerintah ingin mengerem kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering berobat atau mencari ketenangan ke luar negeri. Dengan menyediakan fasilitas kelas dunia di dalam negeri, kebocoran devisa yang selama ini terjadi di harapkan bisa di tekan secara signifikan.

Meskipun Bali menjadi primadona, Kemenpar sudah mulai melirik potensi di kota-kota lain. Nama-nama seperti Manado, Jakarta, Solo, Yogyakarta, hingga Medan dan Malang masuk dalam daftar destinasi unggulan berikutnya. Manado, misalnya, disebut sebagai salah satu kandidat yang paling siap secara konsep untuk menyusul jejak kesuksesan Bali dalam mengembangkan sektor wellness.

Warisan Jalur Rempah Sebagai Daya Jual Utama

Perspektif menarik muncul dari Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia, Azril Azhari. Ia mengingatkan bahwa kekuatan utama Indonesia dalam wisata kesehatan sebenarnya terletak pada kekayaan alam yang melegenda sejak abad ke-16: rempah-rempah. Jalur rempah bukan hanya soal sejarah perdagangan, melainkan identitas kesehatan yang dicari dunia.

Azril menyarankan agar kementerian kembali menonjolkan narasi sejarah rempah untuk memikat wisatawan mancanegara. Agar tidak terjebak pada komersialisasi yang dangkal, penggunaan rempah sebaiknya tidak terbatas pada ritual kesehatan tubuh semata. Integrasi rempah ke dalam kuliner atau sajian makanan menjadi cara cerdas untuk memperkenalkan kekayaan hayati nusantara secara lebih menyeluruh.

Baca Juga :  5 Tempat Wisata di Jakarta yang Rayakan Halloween 2025 dengan Cara Unik

Masa Depan Wisata Wellness di Indonesia

Wisata wellness di prediksi akan menjadi tulang punggung baru pariwisata Indonesia pasca-pandemi. Jika wisata massal (mass tourism) seringkali berdampak pada kerusakan lingkungan, wellness tourism justru mendorong pelestarian alam dan budaya lokal karena wisatawan jenis ini cenderung tinggal lebih lama dan mengeluarkan biaya lebih besar (high spender).

Tantangan ke depan adalah bagaimana menyinkronkan standar pelayanan medis dengan layanan kebugaran tradisional seperti pijat nusantara, jamu, dan meditasi. Jika pemerintah mampu mengawinkan fasilitas modern seperti di KEK Sanur dengan kearifan lokal yang autentik, Indonesia bukan mustahil akan menggeser posisi Thailand sebagai pusat kesehatan terbaik di Asia Tenggara. (Tim)

Berita Terkait

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
8 Air Terjun Terindah di Indonesia yang Wajib Kamu Jelajahi
Daftar Lengkap Mutasi 90 Kajari Oleh Kejagung Terbaru 2026
40 Ide Tema 17 Agustus 2026 Unik dan Menarik untuk Perayaan HUT RI
Daftar Bansos Agustus 2026 Lengkap: PKH, BPNT, PIP, dan Cara Cek Nama Anda
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:02 WIB

KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:07 WIB

8 Air Terjun Terindah di Indonesia yang Wajib Kamu Jelajahi

Berita Terbaru