Waspada Penipuan Telepon, Kemkomdigi Ungkap Kerugian Warga Tembus Rp9 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodigi), Edwin Hidayat Abdullah  (Foto: RRI/Josua Sihombing)

Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodigi), Edwin Hidayat Abdullah  (Foto: RRI/Josua Sihombing)

Britainaja – Ancaman kejahatan melalui jaringan seluler di Indonesia memasuki fase yang mengkhawatirkan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) baru saja merilis data mengejutkan yang menunjukkan bahwa mayoritas pengguna ponsel di tanah air kini menjadi sasaran empuk praktik spam call atau panggilan penipuan.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodigi), Edwin Hidayat Abdullah, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, sebanyak 60 persen pelanggan seluler rutin menerima panggilan gelap. Frekuensinya pun tidak main-main, setidaknya masyarakat diganggu oleh nomor asing mencurigakan minimal satu kali setiap pekan.

Laporan ini bukan sekadar statistik gangguan kenyamanan semata. Edwin menekankan bahwa muara dari panggilan-panggilan ini adalah kerugian finansial yang masif. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi kerugian masyarakat akibat penipuan lewat jalur seluler selama periode 2024-2025 telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp9 triliun.

Verifikasi Biometrik Jadi Tameng Baru

Merespons darurat penipuan ini, pemerintah resmi meluncurkan program Senyum Aman dengan Biometrik (SEMANTIK). Program ini dirancang untuk memutus rantai kejahatan yang biasanya bermula dari penggunaan identitas palsu saat pendaftaran nomor kartu perdana baru.

Baca Juga :  Sebuah Tradisi Kuno, Perjalanan Thudong dari Thailand ke Candi Borobudur

Aturan yang tertuang dalam Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026 ini mewajibkan proses verifikasi wajah atau face recognition bagi setiap calon pelanggan. Langkah ini di ambil bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa satu nomor ponsel hanya bisa di aktifkan oleh pemilik identitas yang sah dan terverifikasi secara akurat.

Edwin menyatakan bahwa teknologi biometrik menjadi solusi krusial di tengah maraknya pencurian data pribadi. Dengan validasi yang lebih ketat, ruang gerak pelaku kejahatan untuk bergonta-ganti nomor menggunakan data orang lain di harapkan dapat tertutup rapat.

Mengapa ‘Spam Call’ Masih Sulit Diberantas?

Maraknya penipuan via telepon seringkali memanfaatkan celah psikologis manusia, seperti rasa takut atau iming-iming hadiah instan. Meskipun teknologi blokir nomor otomatis sudah banyak tersedia di ponsel pintar, para pelaku terus memodifikasi metode mereka menggunakan robocall atau sistem panggilan otomatis yang bisa berganti nomor dalam hitungan detik.

Baca Juga :  Taspen Tegaskan Kabar Kenaikan Gaji Pensiunan PNS November 2025 Adalah Hoaks

Selain pendaftaran biometrik yang di usung pemerintah, kesadaran masyarakat atau digital literacy tetap menjadi benteng pertahanan terakhir. Pakar keamanan siber menyarankan agar masyarakat tidak memberikan kode OTP, data perbankan, atau menekan tombol tertentu saat menerima panggilan dari nomor yang tidak di kenal, meskipun penelepon mengaku dari institusi resmi.

Kolaborasi antara operator seluler, pemerintah, dan lembaga keuangan seperti OJK sangat menentukan keberhasilan perlindungan data ini. Jika program SEMANTIK berjalan efektif, Indonesia di harapkan bisa menekan angka kerugian triliunan rupiah tersebut dan mengembalikan rasa aman masyarakat dalam berkomunikasi secara digital. (Tim)

Berita Terkait

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Kota Besar 2 Februari
Update Harga BBM Pertamina Februari 2026: Pertamax Cs Turun Signifikan!
Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Intip Prediksi Cuaca Ibu Kota Provinsi 1 Februari
Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri
Cek Prediksi Cuaca 38 Kota Besar Indonesia 29 Januari 2026
Pemerintah Fokus Kendalikan Harga Pangan demi Stabilitas Inflasi
Tren Harga Pangan di Sumatra Melandai, Pemulihan Jalur Distribusi Jadi Kunci
BNN Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Produk Whip Pink
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 09:09 WIB

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Kota Besar 2 Februari

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:30 WIB

Update Harga BBM Pertamina Februari 2026: Pertamax Cs Turun Signifikan!

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:30 WIB

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Intip Prediksi Cuaca Ibu Kota Provinsi 1 Februari

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:39 WIB

Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:30 WIB

Cek Prediksi Cuaca 38 Kota Besar Indonesia 29 Januari 2026

Berita Terbaru