Sejarah Hari Jomblo 11.11 dan Perkembangannya Menjadi Festival Belanja Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Jombo Sedunia. (DOK Freepik(

Hari Jombo Sedunia. (DOK Freepik(

Britainaja – Setiap tanggal 11 November, banyak negara merayakan Singles’ Day atau yang populer dengan sebutan Hari Jomblo. Meski kini lebih identik dengan promo belanja besar-besaran di berbagai platform e-commerce, perayaan ini sebenarnya memiliki sejarah panjang yang jauh dari unsur komersial.

Hari Jomblo pada awalnya lahir sebagai bentuk ekspresi diri bagi orang-orang yang memilih atau tengah menjalani hidup tanpa pasangan. Perayaan ini muncul sebagai pengingat bahwa menjadi lajang bukanlah hal negatif, melainkan kesempatan untuk mengenali diri, membangun kemandirian, dan menikmati kehidupan secara penuh.

Awal Mula dari Universitas di Tiongkok

Sejarah Hari Jomblo dapat di telusuri ke awal tahun 1990-an, tepatnya di Universitas Nanjing, Tiongkok. Sekelompok mahasiswa di kampus tersebut menciptakan perayaan ini sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang tidak memiliki pasangan. Melalui perayaan ini, mereka ingin menyampaikan pesan bahwa menjadi jomblo bukan berarti kurang berharga atau kesepian.

Tanggal 11 November di pilih bukan tanpa makna. Deretan angka satu (11.11) menggambarkan seseorang yang berdiri sendiri. Dalam istilah bahasa gaul Mandarin, angka satu juga sering disebut sebagai bare sticks atau “tongkat polos”, istilah yang merujuk pada seseorang yang belum memiliki pasangan. Simbol tersebut kemudian menjadi identitas dari perayaan Hari Jomblo.

Baca Juga :  Harga Beras Dunia Turun, Petani Indonesia Dinilai Tetap Aman

Bertransformasi Menjadi Fenomena Belanja Global

Pada tahun 2009, perayaan sederhana ini berubah drastis setelah perusahaan e-commerce Alibaba Group melihat peluang besar di balik tanggal unik 11.11. Perusahaan tersebut meluncurkan kampanye diskon dan promosi besar-besaran yang di tujukan bagi konsumen di seluruh Tiongkok.

Momentum itu menjadi titik awal lahirnya Double 11 Shopping Festival, sebuah pesta belanja berskala internasional. Dalam waktu singkat, 11.11 berkembang menjadi momen transaksi terbesar di dunia. Nilai penjualannya bahkan di sebut melampaui total penjualan gabungan Black Friday dan Cyber Monday di Amerika Serikat.

Setiap tahun, jutaan pengguna internet memanfaatkan promo 11.11 untuk membeli berbagai produk, mulai dari kebutuhan sehari-hari, barang elektronik, hingga fashion. Dalam beberapa periode, nilai transaksi global pada momen ini di laporkan dapat mencapai lebih dari 150 miliar dolar Amerika.

Baca Juga :  Kodim 0417/ Kerinci Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitri

Makna Perayaan Hari Jomblo Kembali Dipahami

Meskipun kini di kenal sebagai festival belanja raksasa, Hari Jomblo tetap menyimpan makna dan nuansa perayaan sosial. Di berbagai kota di Tiongkok, 11 November di ramaikan dengan pertunjukan musik, pesta, kegiatan komunitas, hingga acara blind date. Uniknya, banyak pasangan justru memilih tanggal ini sebagai hari pernikahan mereka sebagai simbol penutup masa lajang.

Fenomena tersebut tidak hanya berkembang di Tiongkok. Indonesia, misalnya, turut menyemarakkan 11.11 setiap tahun melalui promo belanja daring di berbagai platform e-commerce. Sementara itu di Inggris, terdapat perayaan serupa bernama Singles Celebration Day yang jatuh pada 11 Maret dan juga di ramaikan dengan penawaran diskon besar.

Pada akhirnya, baik bagi mereka yang masih lajang maupun yang sudah memiliki pasangan, 11 November dapat menjadi momen untuk menghargai diri sendiri. Merayakan pencapaian pribadi dan kebahagiaan yang datang dari penerimaan diri adalah bagian penting dari menjaga kesehatan emosional. (Tim)

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca BMKG 12 Desember: Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan
Cuaca Hari Ini 11 Desember: Sebagian Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Ringan
Kabar Gembira Way Kambas: Gajah Sumatra Lahir, Perkuat Optimisme Konservasi
Banjir Rob Muaragembong Bekasi, 14.000 Jiwa Terdampak
Wamenpar Dorong Destinasi Wisata Indonesia Naik Kelas Melalui WIA 2025
Nomor Darurat Banjir Longsor Wajib Disimpan di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Ferry Irwandi Pecahkan Rekor Donasi, Kumpulkan Rp10 Miliar dalam 24 Jam untuk Korban Banjir Sumatera
Kijang Innova Reborn Diesel Tetap Jadi Primadona Konsumen

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 12 Desember: Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:20 WIB

Cuaca Hari Ini 11 Desember: Sebagian Ibu Kota Provinsi Diguyur Hujan Ringan

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:00 WIB

Kabar Gembira Way Kambas: Gajah Sumatra Lahir, Perkuat Optimisme Konservasi

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:15 WIB

Banjir Rob Muaragembong Bekasi, 14.000 Jiwa Terdampak

Sabtu, 6 Desember 2025 - 07:30 WIB

Wamenpar Dorong Destinasi Wisata Indonesia Naik Kelas Melalui WIA 2025

Berita Terbaru