Britainaja – Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya menyuguhkan persaingan sengit berebut trofi emas. Turnamen akbar ini juga membawa drama emosional yang melibatkan ikatan darah. Sebanyak 16 pemain dari delapan pasangan kakak beradik siap meramaikan panggung sepak bola terakbar ini.
Uniknya, tidak semua saudara memilih jalan yang sama. Beberapa di antara mereka justru memakai jersi negara berbeda dan berpotensi saling menjatuhkan di lapangan hijau sebagai rival.
Berikut adalah delapan pasangan kakak beradik yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026:
1. Inaki Williams & Nico Williams (Ghana & Spanyol)
Kisah dari keluarga Williams selalu menarik perhatian publik. Sang kakak, Inaki Williams, memantapkan hati untuk memperkuat Ghana yang merupakan tanah leluhurnya. Sementara itu, sang adik, Nico Williams, menjadi senjata maut di lini depan tim nasional Spanyol. Jika Ghana bertemu Spanyol di fase gugur, kita akan melihat duel profesional antar saudara kandung.
2. Desire Doue & Guela Doue (Prancis & Pantai Gading)
Keluarga Doue mengukir cerita serupa. Desire Doue yang sedang naik daun memilih mengenakan jersi Les Bleus Prancis. Di sisi lain, sang kakak, Guela Doue, mengambil keputusan untuk membela Pantai Gading. Pilihan yang berbeda ini membuat langkah keduanya sangat menarik untuk kita ikuti di turnamen ini.
3. John Souttar & Harry Souttar (Skotlandia & Australia)
Darah Skotlandia mengalir deras dalam tubuh Souttar bersaudara, namun karier internasional memisahkan mereka. John Souttar mengawal lini pertahanan Skotlandia, sedangkan adiknya, Harry Souttar, menjadi benteng kokoh bagi tim nasional Australia.
4. Lucas Hernandez & Theo Hernandez (Prancis)
Berbeda dengan tiga pasangan sebelumnya, Hernandez bersaudara memilih jalur yang kompak. Lucas dan Theo kembali memperkuat Prancis di Piala Dunia 2026. Pengalaman matang mereka di level klub dan tim nasional menjadi aset berharga yang sangat membantu Prancis untuk melangkah jauh.
5. Quinten Timber & Jurrien Timber (Belanda)
Tim nasional Belanda memiliki amunisi unik lewat kehadiran saudara kembar, Quinten dan Jurrien Timber. Keduanya tumbuh menjadi pilar penting bagi generasi baru De Oranje. Kehadiran si kembar ini mempertebal ambisi Belanda untuk mengakhiri penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia.
6. Laros Duarte & Deroy Duarte (Tanjung Verde)
Tim debutan Tanjung Verde menorehkan sejarah baru dengan membawa pasangan kakak beradik, Laros dan Deroy Duarte. Bersama rekan-rekannya, Duarte bersaudara sukses membawa negara kepulauan kecil di Afrika ini merasakan atmosfer megah panggung dunia.
7. Leandro Bacuna & Juninho Bacuna (Curacao)
Satu lagi tim debutan yang mengandalkan ikatan kekeluargaan. Curacao membawa Leandro dan Juninho Bacuna ke Piala Dunia 2026. Duet kakak beradik ini menjadi simbol kebangkitan dan pesatnya perkembangan sepak bola Curacao di level internasional.
8. Brian Brobbey & Derrick Luckassen (Belanda & Ghana)
Pasangan terakhir yang meramaikan daftar ini adalah Brian Brobbey dan Derrick Luckassen. Brobbey memilih berjuang bersama Belanda, sementara Luckassen memutuskan untuk membela Ghana. Mereka menjadi contoh nyata bagaimana pemain dari satu rahim bisa memiliki visi dan jalan karier yang berbeda.
Sisi Lain Sepak Bola: Ketika Keluarga Melampaui Batas Negara
“Sepak bola bukan sekadar taktik dan trofi, ia juga merekam jejak humanis tentang pilihan hidup dan ikatan keluarga.”
Kehadiran 16 pemain dari delapan pasang saudara ini memberi warna tersendiri bagi pencinta sepak bola. Ada yang bahu-membahu di bawah satu bendera, ada pula yang harus saling berhadapan demi profesionalisme dan identitas hidup masing-masing.
Piala Dunia 2026 sukses menjadi panggung langka yang menyatukan mereka semua. Pada akhirnya, kisah mereka membuktikan bahwa sepak bola mampu melebur batas-batas negara, namun tetap menjaga eratnya ikatan keluarga. (Tim)





