Kemenpar Dorong Pariwisata Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas Destinasi

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpar Dorong Pariwisata Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas Destinasi (Foto: medcom)

Kemenpar Dorong Pariwisata Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas Destinasi (Foto: medcom)

BritainajaKementerian Pariwisata terus memperkuat arah pengembangan pariwisata nasional dengan menekankan pendekatan yang berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada kualitas pengalaman, kebersihan destinasi, hingga kontribusi pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa tren pariwisata global telah berubah. Wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari tempat yang indah, melainkan pengalaman yang bermakna.

“Tren ke depan adalah wisata berbasis pengalaman. Wisatawan ingin merasakan sesuatu yang berkesan, bukan sekadar datang dan melihat. Karena itu, pelayanan serta ekosistem destinasi harus semakin baik,” ujar Ni Made dalam sesi talkshow bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) melalui siaran Instagram.

Talkshow tersebut menjadi bagian dari rangkaian Forwaparekraf Tourism Week yang berlangsung sejak 22 Oktober. Dalam diskusi tersebut, Ni Made menegaskan bahwa kebersihan menjadi unsur paling dasar untuk meningkatkan kualitas destinasi. Menurutnya, destinasi yang baik harus mampu memberikan rasa nyaman, aman, dan layak bagi wisatawan.

“Kebersihan adalah keharusan. Orang ingin menikmati perjalanan tanpa rasa khawatir. Jika aspek kebersihan belum terpenuhi, maka destinasi tersebut belum naik kelas,” jelasnya.

Baca Juga :  Cara Sungai Penuh Cetak Kepala Sekolah Hebat Lewat Sistem Merit

Ni Made juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata berkelanjutan, lanjutnya, adalah bentuk pariwisata yang memberi manfaat bagi seluruh pihak tanpa merusak sumber daya yang menjadi daya tarik utama.

Dalam kerangka besar pengembangan ke depan, Kemenpar tengah menjalankan Program Unggulan Kementerian Pariwisata 2025 sebagai arah transformasi menuju pariwisata masa depan. Ada lima fokus utama yang tengah di kembangkan.

Pertama, transformasi digital melalui konsep Tourism 5.0 dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu wisatawan menemukan destinasi yang berkelanjutan. Teknologi di harapkan mampu memperkuat akses informasi sekaligus meningkatkan efisiensi layanan.

Kedua, penguatan subsektor gastronomi, pariwisata bahari, dan wellness tourism sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing global. Ketiga, penyelenggaraan event bertaraf internasional yang berbasis kekayaan intelektual Indonesia untuk memperkuat identitas budaya.

Keempat, pengembangan desa wisata berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Model ini dinilai mampu memperluas manfaat pariwisata hingga ke tingkat akar rumput. Kelima, penguatan gerakan kebersihan destinasi yang telah mulai di terapkan secara luas di berbagai daerah.

Baca Juga :  Harga Emas Semua Merek Naik, Ini Rinciannya Hari Ini

Ni Made kemudian memperkenalkan kampanye komunikasi baru bertajuk Go Beyond Ordinary. Kampanye ini mengajak wisatawan maupun pelaku industri untuk memandang pariwisata dari perspektif yang lebih sadar dan bertanggung jawab. Konsep tersebut memiliki benang merah dengan kampanye Keep the Wonder di bawah payung Wonderful Indonesia.

“Kita ingin pariwisata Indonesia di hargai bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena cara kita menjaga dan merawatnya,” tuturnya.

Dalam mendukung misi tersebut, Kemenpar juga tengah menyiapkan berbagai inovasi digital, termasuk teknologi yang dapat membantu wisatawan memilih destinasi ramah lingkungan. Ni Made meyakini bahwa semakin banyak wisatawan yang memahami nilai keberlanjutan, maka mereka akan bersedia memilih destinasi dan layanan yang memberikan dampak positif.

“Ke depan, tren wisata akan mengarah pada keseimbangan antara pengalaman, keberlanjutan, dan tanggung jawab. Harga bukan lagi pertimbangan utama bagi wisatawan yang sadar akan nilai dari pilihan mereka,” tutup Ni Made. (Tim)

Berita Terkait

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:46 WIB

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Berita Terbaru