Britainaja – Sejumlah titik di wilayah Kota Tangerang, Banten, di laporkan mengalami kebakaran dalam waktu yang berdekatan. Insiden tersebut terjadi mulai dari kawasan industri hingga permukiman dan pertokoan. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan kerugian material yang di perkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, menjelaskan salah satu kebakaran terjadi di sebuah gudang penyimpanan bahan baku furnitur yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Keroncong, Kecamatan Jatiuwung. Gudang tersebut di ketahui menyimpan material kayu olahan atau particle board yang mudah terbakar.
BPBD Kota Tangerang mengerahkan 10 unit mobil pemadam dan sekitar 40 personel untuk memadamkan api. Andia menuturkan proses penanganan berlangsung kurang lebih satu jam tiga puluh menit hingga kobaran api dapat di kendalikan. Upaya itu di lakukan agar api tidak merambat dan membakar seluruh bangunan gudang.
“Yang terbakar adalah gudang bahan baku furnitur. Petugas langsung melakukan penyekatan area penyebaran api untuk mencegah kerusakan lebih luas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Andia, Jumat (7/11/2025).
Andia menambahkan, tim di lapangan sempat mengalami kendala saat menuju lokasi karena padatnya arus lalu lintas. Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang jalan bagi armada pemadam ketika sedang bertugas.
“Setiap detik sangat berharga dalam penanganan kebakaran. Kami berharap warga memahami kondisi darurat dan memberi prioritas bagi mobil pemadam,” ujarnya.
Selain kebakaran di Jatiuwung, peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Hasyim Ashari, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang. Kasi Kedaruratan BPBD Kota Tangerang, Sarfa Wasesa, menyampaikan bahwa api menghanguskan lima kios dan lima unit rumah kontrakan yang berada berdekatan.
Sarfa menjelaskan, area yang terbakar merupakan lingkungan perdagangan yang cukup padat, dengan beberapa bangunan berbahan kayu dan material mudah terbakar. Kondisi ini mempercepat penyebaran api dari titik awal kebakaran ke bangunan lain.
“Dari keterangan para saksi, api di duga berasal dari korsleting listrik pada blower yang berada di salah satu kios. Api kemudian dengan cepat menjalar karena kondisi bangunan yang saling berdekatan,” ungkapnya.
Tidak hanya bangunan, dua unit mobil dan dua sepeda motor juga ikut terbakar dalam kejadian tersebut. BPBD kembali mengerahkan 10 unit armada pemadam serta 40 personel di lokasi ini. Namun, proses pemadaman sempat terhambat karena sumber air cukup jauh dari titik kebakaran.
Sarfa menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden di kawasan Pinang, namun kerugian keseluruhan di perkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pihak BPBD masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerusakan yang di timbulkan.
BPBD Kota Tangerang turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan instalasi listrik dan alat pemanas secara berkala. Selain itu, pemilik bangunan di sarankan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk langkah pertolongan pertama sebelum petugas tiba.
Upaya edukasi dan sosialisasi terkait mitigasi kebakaran disebut akan terus di gencarkan, terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan industri. (Tim)















