Harapan Baru Warga Hamparan Rawang Setelah 25 Tahun Terperangkap Banjir

Cerita Syukur dari Desa Tanjung: Saat Banjir Tak Lagi Datang Menyapa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Harapan Baru Warga Hamparan Rawang Setelah 25 Tahun Terperangkap Banjir. Gemini AI

Ilustrasi Harapan Baru Warga Hamparan Rawang Setelah 25 Tahun Terperangkap Banjir. Gemini AI

Britainaja – Selama bertahun-tahun masyarakat tiga Desa Tanjung, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, selalu dihantui rasa kecemasan. Terutama saat musim hujan datang, warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batang Merao tersebut sudah harus bersiap-siap untuk menghadapi bencana.

Luapan Air Sungai Batang Merao yang sudah menjadi bencana tahunan yang mengikis harapan itu, membuat warga didaerah tersebut harus bersiap-siap untuk meninggalkan rumah dan menyelamatkan diri serta barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

Bukan hanya rumah, bahkan lebih dari dua dekade, sawah-sawah yang dulu menjadi sumber kehidupan dan penghasilan mereka. Saaat ini secara perlahan telah di tinggalkan warga. Air yang datang tanpa kompromi membuat warga tak lagi berani menanam.

Tanah yang semestinya subur berubah menjadi lahan tidur. Pilihan hidup pun bergeser—merantau menjadi jalan keluar, bahkan hingga ke negeri jiran. Namun bagi warga yang bertahan di Desa tersebut harus bekerja keras, baik itu sebagai nelayan, peternak, bahkan tidak sedikit yang bekerja serabutan di desa-desa tetangga.

Baca Juga :  Progres Signifikan, Revitalisasi 8 Sekolah Dasar di Sungai Penuh Hampir Tuntas

Namun pada tahun ini menghadirkan cerita berbeda. Normalisasi Sungai Batang Merao yang di lakukan menjadi titik balik yang tak pernah di bayangkan sebelumnya. Air tak lagi meluap seperti dulu. Sawah-sawah yang lama terabaikan kini kembali di garap, menghadirkan warna hijau yang lama hilang dari bentang desa.

“Alhamdulillah, tahun ini kami tidak kena banjir lagi,” ujar Gafar, warga Desa Tanjung, dengan nada yang tak mampu menyembunyikan rasa syukur.

Ia mengingat betul bagaimana sebelumnya setiap hujan turun, dirinya dan keluarga sudah bersiap mengungsi, meninggalkan rumah tanpa kepastian kapan bisa kembali.

Gafar yang pernah merantau sebagai tukang di Malaysia, seperti banyak warga lainnya. Banjir yang terus berulang memaksa mereka mencari nafkah jauh dari kampung halaman. Kini, ia memilih bertahan. “Untuk apa jauh-jauh ke Malaysia, kalau di sini kita bisa bekerja dan berkumpul dengan keluarga,” katanya.

Perubahan ini tidak hanya menghadirkan kembali aktivitas bertani. Warga mengaku telah dua kali panen dalam waktu yang relatif singkat. Ratusan hektare sawah kembali produktif, menghasilkan padi yang tumbuh subur. Bagi mereka, ini bukan sekadar panen, melainkan pemulihan kehidupan yang sempat hilang.

Baca Juga :  AKP Edi Mardi Siswoyo Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Kerinci

Warga Rawang lainnya, Mardakius, menyebutkan kondisi saat ini jauh lebih aman. Selain bertani, warga juga mulai kembali beternak tanpa rasa khawatir. “Sekarang kami tidak lagi takut. Sawah bisa di garap, ternak juga aman,” ujarnya.

Ia dan warga lainnya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Alfin dan Azhar Hamzah. Menurutnya, langkah normalisasi sungai menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat. “Ekonomi kami kembali bergerak karena tidak ada banjir lagi,” katanya.

Semangat dan harapan kini kembali tumbuh seiring padi yang menguning di hamparan sawah. Warga ingin perubahan ini bertahan dan terus di tingkatkan, tidak hanya untuk satu musim, tetapi untuk tahun-tahun mendatang.

Sebagaimana di ketahui bersama, setelah 25 tahun hidup dalam bayang-bayang bencana banjir, kini mereka akhirnya kembali menemukan alasan untuk menetap dan berharap. (Tim)

Berita Terkait

Pasar Tanjung Bajure Ditata, Akses dan Kebersihan Jadi Prioritas
Klaim Rugi Besar, Pedagang Protes Penataan Pasar Tanjung Bajure
Penemuan Mayat Lansia di Pondok Agung, Polisi Pastikan Bukan Tindak Kriminal
Praktik Pungli di Pasar Tanjung Bajure Kian Meresahkan Pedagang
Lokasi Baru Sepi, Pedagang Pasar Tanjung Bajure Tolak Relokasi
Warga Dukung Penertiban dan Penataan Pasar Tanjung Bajure
Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Sungai Penuh, 5 Luka Ringan
Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 11:00 WIB

Harapan Baru Warga Hamparan Rawang Setelah 25 Tahun Terperangkap Banjir

Jumat, 3 April 2026 - 17:00 WIB

Pasar Tanjung Bajure Ditata, Akses dan Kebersihan Jadi Prioritas

Senin, 30 Maret 2026 - 11:00 WIB

Klaim Rugi Besar, Pedagang Protes Penataan Pasar Tanjung Bajure

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penemuan Mayat Lansia di Pondok Agung, Polisi Pastikan Bukan Tindak Kriminal

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:00 WIB

Praktik Pungli di Pasar Tanjung Bajure Kian Meresahkan Pedagang

Berita Terbaru

Muamar Fajar Rahmadani, S.Kom Menerima Penghargaan dari Penguji, Pembimbing dan Mentor usai seminar inovasi aktualisasi.

Nasional

Muamar Fajar, CPNS Juara 1 Latsar 2026 Lewat Inovasi SIGAPTEL

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:00 WIB

Kode Redeem Eagle Nation April 2026: Klaim Cash Gratis Sekarang. Ilustrasi AI

Tech & Game

Kode Redeem Eagle Nation April 2026: Klaim Cash Gratis Sekarang

Selasa, 7 Apr 2026 - 09:00 WIB