Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia

Fenomena “Hari Tanpa Bayangan” di Indonesia

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia. Gemini AI

Ilustrasi Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia. Gemini AI

BritainajaFenomena ekuinoks Maret berlangsung pada 20 Maret 2026. Pada momen ini, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Kondisi ini membuat wilayah Indonesia menerima sinar Matahari secara maksimal.

Ekuinoks berasal dari bahasa Latin yang berarti “malam yang sama”. Istilah ini menggambarkan durasi siang dan malam yang hampir seimbang di seluruh dunia.

Matahari Tepat di Atas Kepala

Saat ekuinoks, Matahari berada di titik zenit atau tepat di atas kepala, terutama di wilayah khatulistiwa. Dampaknya, bayangan benda tegak bisa menghilang sesaat.

Fenomena ini sering disebut sebagai hari tanpa bayangan. Kota seperti Pontianak menjadi lokasi ideal untuk mengamati peristiwa ini.

Baca Juga :  Indonesia Peringkat Teratas dalam Penggunaan Internet via Ponsel di Dunia

Siang dan Malam Hampir Sama

Pada saat ekuinoks, seluruh wilayah Bumi menerima sinar Matahari dalam durasi yang hampir sama. Itulah sebabnya panjang siang dan malam terasa seimbang, meski tidak persis 12 jam karena pengaruh atmosfer.

Terjadi Dua Kali dalam Setahun

Ekuinoks muncul dua kali setiap tahun:

  • Maret (peralihan ke musim kemarau di Indonesia)

  • September (peralihan ke musim hujan)

Di belahan Bumi utara, ekuinoks Maret menandai awal musim semi. Sementara di selatan, ini menjadi awal musim gugur.

Pergerakan Matahari dan Penyebab Ekuinoks

Fenomena ini terjadi karena sumbu Bumi miring sekitar 23,4 derajat. Sepanjang tahun, titik Matahari bergerak dari selatan ke utara dan sebaliknya.

Baca Juga :  Rumus Luas Lingkaran: Cara Menghitung dengan Jari-Jari dan Diameter

Pada Maret, Matahari melintasi khatulistiwa dari selatan ke utara. Inilah yang memicu terjadinya ekuinoks.

Sudah Diamati Sejak Zaman Kuno

Sejak ribuan tahun lalu, manusia telah memanfaatkan ekuinoks untuk menentukan musim tanam dan panen. Banyak budaya juga mengaitkan fenomena ini dengan tradisi dan perayaan penting.

Beberapa bangunan kuno bahkan dirancang selaras dengan posisi Matahari saat ekuinoks.

Ekuinoks Maret 2026 bukan sekadar fenomena astronomi biasa. Peristiwa ini memengaruhi pola musim, durasi siang-malam, hingga menghadirkan fenomena unik seperti hari tanpa bayangan di Indonesia.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa pergerakan Bumi dan Matahari terus memengaruhi kehidupan sehari-hari secara alami. (Tim)

Berita Terkait

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
Daftar Lengkap Mutasi 90 Kajari Oleh Kejagung Terbaru 2026
40 Ide Tema 17 Agustus 2026 Unik dan Menarik untuk Perayaan HUT RI
Daftar Bansos Agustus 2026 Lengkap: PKH, BPNT, PIP, dan Cara Cek Nama Anda
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:02 WIB

KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima

Berita Terbaru