BMKG Perkirakan Musim Kemarau 2025 Lebih Singkat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britainaja, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2025 diprediksi berlangsung lebih singkat dibandingkan biasanya, dengan awal kemarau dimulai pada bulan April.

“Musim kemarau tahun ini tidak akan datang serentak di seluruh wilayah Indonesia. Pada April 2025, sekitar 115 Zona Musim (ZOM) diperkirakan mulai memasuki musim kemarau,” ujar Dwikorita seperti dikutip dari situs resmi BMKG, Minggu (13/4/2025).

Perkiraan ini didasarkan pada pemantauan terhadap dinamika iklim global dan regional hingga pertengahan April. Saat ini, musim kemarau sudah mulai masuk secara bertahap ke sejumlah wilayah di Indonesia.

“Jumlah zona yang mengalami kemarau akan terus bertambah pada bulan Mei dan Juni, termasuk mencakup sebagian besar daerah di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Papua,” tambahnya.

Puncak Musim Kemarau Diperkirakan Terjadi Juni hingga Agustus 2025

BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau tahun ini akan berlangsung antara bulan Juni hingga Agustus 2025. Dwikorita meminta masyarakat di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku untuk lebih waspada, terutama karena kekeringan terparah diperkirakan terjadi di bulan Agustus.

Baca Juga :  Ngarai Sianok: Pesona Lembah Hijau Eksotis di Sumatera Barat

Musim kemarau kali ini diperkirakan akan bersifat normal di sekitar 60% wilayah Indonesia. Sementara itu, sekitar 26% wilayah akan mengalami kemarau yang lebih basah dari biasanya, dan 14% wilayah lainnya kemungkinan akan mengalami kondisi yang lebih kering dari normal.

“Secara umum, durasi kemarau diperkirakan lebih pendek dari biasanya di sebagian besar daerah. Namun, sekitar 26% wilayah—terutama di sebagian Sumatera dan Kalimantan—diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang,” jelasnya.

Kondisi global seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral, sehingga tidak memberikan gangguan berarti terhadap iklim. Suhu permukaan laut di wilayah Indonesia pun diperkirakan akan tetap hangat hingga September 2025.

Baca Juga :  7 Destinasi Anti-Mainstream di Sulawesi Utara yang Jarang Diketahui Wisatawan

Waspadai Dampak Musim Kemarau

Sama halnya dengan musim hujan, musim kemarau juga membawa potensi bencana. Dwikorita mengingatkan daerah yang diperkirakan mengalami kekeringan ekstrem agar lebih siaga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selama hujan masih turun, masyarakat diimbau untuk memanfaatkannya dengan menyiram lahan gambut dan mengisi tampungan air. Selain itu, dari sisi kesehatan dan lingkungan, musim kemarau juga bisa memicu berbagai penyakit akibat memburuknya kualitas udara.

Sektor pengelolaan sumber daya air pun diharapkan bisa mengatur ketersediaan air secara cermat—baik untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sistem irigasi, maupun penyediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Mudah-mudahan informasi ini bisa menjadi pedoman bagi para pengambil kebijakan dalam merancang langkah antisipatif dan adaptif menghadapi musim kemarau tahun ini. Untuk informasi terbaru dan pantauan cuaca secara real-time, silakan akses website resmi BMKG, media sosial @infoBMKG, atau aplikasi InfoBMKG,” tutupnya. (***)

Berita Terkait

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Kota Besar 2 Februari
Update Harga BBM Pertamina Februari 2026: Pertamax Cs Turun Signifikan!
Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Intip Prediksi Cuaca Ibu Kota Provinsi 1 Februari
Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri
Cek Prediksi Cuaca 38 Kota Besar Indonesia 29 Januari 2026
Waspada Penipuan Telepon, Kemkomdigi Ungkap Kerugian Warga Tembus Rp9 Triliun
Pemerintah Fokus Kendalikan Harga Pangan demi Stabilitas Inflasi
Tren Harga Pangan di Sumatra Melandai, Pemulihan Jalur Distribusi Jadi Kunci
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 09:09 WIB

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Kota Besar 2 Februari

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:30 WIB

Update Harga BBM Pertamina Februari 2026: Pertamax Cs Turun Signifikan!

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:30 WIB

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Intip Prediksi Cuaca Ibu Kota Provinsi 1 Februari

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:39 WIB

Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:30 WIB

Cek Prediksi Cuaca 38 Kota Besar Indonesia 29 Januari 2026

Berita Terbaru

Begini Cara Reset Algoritma TikTok Agar FYP Kembali Segar (Foto: pixabay)

Tips & Trik

Begini Cara Reset Algoritma TikTok Agar FYP Kembali Segar

Rabu, 4 Feb 2026 - 18:33 WIB