SUNGAI PENUH, Britainaja – Kota Sungai Penuh menorehkan sejarah baru dalam dunia konservasi alam. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, resmi menandatangani Keputusan Menteri Nomor 258.K/GL.01/MEM.G/2026 pada 17 Juni 2026.
Keputusan penting ini mengesahkan empat objek geologi unik di wilayah ini masuk ke dalam Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG).
Langkah strategis pemerintah pusat ini menjadi angin segar bagi kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang emas bagi sektor pariwisata berbasis edukasi di Provinsi Jambi.
Daftar 4 Kekayaan Geologi Unik di Sungai Penuh
Situs-situs berikut menyimpan cerita jutaan tahun lalu yang membentuk bentang alam indah di sekitar kita:
- Air Teluh Sesar Tigo Beradik Kumun (Desa Kumun Mudik, Kecamatan Kumun Debai)
- Bukit Khayangan (Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi)
- Granitoid Batu Batakoh Sungai Ning (Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal)
- Lokasi Tipe Formasi Kumun Batu Pintu (Desa Ulu Air, Kecamatan Kumun Debai)
Mengapa situs geologi ini penting? Batuan dan patahan (sesar) di lokasi ini bukan sekadar pemandangan indah, melainkan laboratorium alam berharga tinggi untuk mempelajari sejarah bumi Sumatra.
Walikota Alfin: Ini Peluang Emas Wisata dan Ekonomi Warga
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menyambut gembira keputusan besar ini. Ia menilai status baru ini bukan sekadar tameng perlindungan alam, melainkan pintu gerbang menuju kemajuan daerah.
“Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi ini membawa kebanggaan besar bagi masyarakat Kota Sungai Penuh. Kami tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menyulap kawasan ini menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan wisata berkelanjutan yang mendongkrak ekonomi warga,” ujar Alfin penuh optimisme.
Ke depan, Pemerintah Kota Sungai Penuh berjanji akan mempererat kerja sama dengan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, hingga para akademisi. Sinergi ini bertujuan untuk mengelola seluruh situs geologi secara bijak dan bertanggung jawab, agar anak cucu kita kelak tetap bisa menikmati keindahan alam ini. (Tim)






