Mengapa Balita Sering Melepas Pakaian? Pahami Penjelasan Ahli dan Batas Normalnya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Balita Sering Melepas Pakaian? Pahami Penjelasan Ahli dan Batas Normalnya (Ilustrasi: babycantre)

Mengapa Balita Sering Melepas Pakaian? Pahami Penjelasan Ahli dan Batas Normalnya (Ilustrasi: babycantre)

Britainaja – Fenomena balita melepas pakaian dan berlarian tanpa busana seringkali membuat orang tua geli sekaligus cemas, terutama jika terjadi di tempat umum. Perilaku ini sebenarnya adalah tahapan yang sangat wajar dalam fase perkembangan anak. Aktivitas melepas pakaian adalah salah satu cara balita menunjukkan adanya kemandirian dan kesadaran bahwa mereka memiliki kontrol serta pendapat atas diri mereka sendiri.

Tindakan ini juga dapat menjadi sinyal positif. Balita yang sering mencoba melepas pakaian mungkin sedang menunjukkan kesiapan untuk memulai latihan toilet training karena mereka mulai belajar mengendalikan fungsi tubuhnya.

Eksplorasi Diri dan Perkembangan Motorik

Menurut para ahli anak yang di lansir dari BabyCenter, balita yang berusia antara 1 hingga 3 tahun sedang berada dalam fase eksplorasi intensif terhadap dunia dan tubuhnya sendiri. Melepas pakaian menjadi semacam keputusan kecil yang di buat sendiri, menegaskan bahwa mereka memiliki pilihan.

Perilaku ini juga berkaitan erat dengan perkembangan motorik halus anak. Balita sedang berlatih keras membuka kancing, ritsleting, atau tali—keterampilan yang secara tidak langsung terasah saat mereka berupaya menanggalkan pakaiannya. Alasan lain yang lebih sederhana bisa jadi karena balita merasa kepanasan, baru selesai mandi, atau sekadar ingin bermain dengan lebih bebas.

Baca Juga :  Bencana Hidrometeorologi Masih Ancam Sejumlah Wilayah, BNPB Imbau Waspada

Meskipun perilaku ini terbilang lucu dan menggemaskan, terutama saat anak tertawa saat melakukannya, orang tua terkadang merasa malu atau canggung, terutama saat ada tamu atau saat berada di luar rumah. Orang tua tidak perlu merasa bersalah, sebab balita belum sepenuhnya memahami norma dan batasan sosial mengenai privasi tubuh.

Kapan Perilaku Melepas Pakaian Perlu Diwaspadai?

Meskipun sebagian besar kasus merupakan fase normal yang akan berlalu, orang tua perlu memperhatikan intensitas dan konteks terjadinya perilaku tersebut. Jika Anda merasa khawatir, di sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk menyingkirkan kemungkinan masalah kesehatan atau perkembangan.

Ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa perilaku melepas pakaian mungkin sudah melewati batas normal dan memerlukan perhatian lebih lanjut:

  1. Terus Terjadi di Tempat Umum: Jika balita secara konsisten melepas pakaian di luar rumah, seperti di taman, pusat perbelanjaan, atau di depan orang asing, padahal sudah berulang kali di ingatkan. Hal ini bisa menunjukkan kesulitan mereka dalam memahami konsep privasi tubuh dan norma sosial yang berlaku.

  2. Disertai Perilaku Mengganggu Lain: Perhatian perlu diberikan jika anak tidak hanya menanggalkan pakaian sendiri, tetapi juga mencoba menarik atau membuka pakaian orang lain, seperti saudara atau teman sebaya. Ini bisa menjadi indikasi adanya kesulitan dalam mempelajari batasan pribadi.

  3. Berlangsung Terlalu Lama atau Intens: Fase ini umumnya mereda saat anak memasuki usia 3–4 tahun. Jika perilaku telanjang di situasi yang tidak tepat terus berlanjut hingga usia prasekolah (sekitar 4–5 tahun), ini dapat menjadi pertanda kesulitan dalam perkembangan sosial atau masalah kecemasan.

  4. Reaksi Emosional yang Ekstrem: Waspada jika balita menunjukkan amarah hebat atau tangisan histeris ketika di paksa memakai baju. Sebaliknya, jika mereka tampak cemas atau takut saat tidak mengenakan pakaian, ini mungkin bukan hanya soal kemandirian, melainkan sinyal adanya kesulitan sensorik (misalnya, sensitif terhadap tekstur pakaian) atau trauma kecil yang bersifat emosional.

Baca Juga :  Buruan Klaim! Kode Redeem Mobile Legends 16 Januari 2026: Dapatkan Skin Epik Gratis

(Tim)

Berita Terkait

Lindungi Mental Anak, Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Batas Usia Main Medsos
Ingat, 31 Maret Batas Akhir SPT Orang Pribadi! Ini Besaran Denda dan Cara Lapor Online
Medsos Tak Lagi Bebas: Cek Daftar Aplikasi yang Terkena Aturan Batas Usia 16 Tahun
Lampu Kuning untuk Remaja: Pemerintah Siapkan Aturan Larangan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 & 18 Maret, Pemerintah Usulkan WFA 5 Hari
Indonesia Larang Medsos buat Remaja, Pemerintah: Biar Orang Tua Tak Sendirian Lawan Algoritma
Geopolitik Bergejolak, Kemenpar Pastikan Pariwisata Bali Tetap Stabil
Tarif Listrik Maret 2026 Tetap Stabil, Cek Rincian Lengkap per kWh di Sini
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:00 WIB

Lindungi Mental Anak, Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Batas Usia Main Medsos

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:00 WIB

Ingat, 31 Maret Batas Akhir SPT Orang Pribadi! Ini Besaran Denda dan Cara Lapor Online

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:00 WIB

Medsos Tak Lagi Bebas: Cek Daftar Aplikasi yang Terkena Aturan Batas Usia 16 Tahun

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:00 WIB

Lampu Kuning untuk Remaja: Pemerintah Siapkan Aturan Larangan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:00 WIB

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 & 18 Maret, Pemerintah Usulkan WFA 5 Hari

Berita Terbaru

Mobil Bekas Jadi Incaran Jelang Lebaran 2026

Otomotif

Mobil Bekas Jadi Incaran Jelang Lebaran 2026

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:00 WIB