Britainaja – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memaparkan sejumlah tren perjalanan yang kini menjadi incaran utama para wisatawan global. Pemaparan ini di harapkan dapat menjadi peta jalan bagi para pelaku industri untuk merancang produk dan layanan yang lebih relevan dan menarik.
Widiyanti menyoroti bahwa wisata berbasis budaya tetap menjadi magnet yang kuat. Minat wisatawan untuk mendalami pengalaman budaya lokal semakin tinggi.
Hal ini terlihat dari meningkatnya kunjungan ke desa wisata, keinginan untuk terlibat dalam aktivitas harian bersama penduduk lokal, hingga belajar membuat kerajinan tradisional. Pengalaman imersif semacam ini menawarkan koneksi yang lebih mendalam bagi para pelancong.
Selain itu, aspek keberlanjutan (sustainability) telah menjadi faktor penentu. Wisatawan kini cenderung memilih fasilitas dan destinasi yang secara aktif menerapkan prinsip ramah lingkungan.
“Preferensi wisatawan sudah berubah. Mereka ingin berwisata sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Widiyanti di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Perubahan perilaku ini menuntut industri pariwisata agar mengutamakan keseimbangan ekologi.
Indonesia, yang di kenal dengan kekayaan alamnya, memiliki modal kuat untuk menjadi destinasi unggulan wisata alam. Widiyanti menggarisbawahi potensi besar pada sektor nature and adventure based tourism.
Ia secara khusus menyoroti wisata alam niche yang membutuhkan standar keselamatan tinggi, seperti eksplorasi goa dan kegiatan menyelam. “Indonesia di kenal dengan kekayaan alamnya. Ini menjadikan pariwisata berbasis alam dan petualangan sebagai salah satu daya tarik utama,” katanya.
Dua segmen lain yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah wisata kuliner dan kebugaran (wellness). Keragaman cita rasa Nusantara telah menarik banyak wisatawan yang datang murni untuk eksplorasi gastronomi.
Untuk memfasilitasi minat ini, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan Wonderful Indonesia Gourmet Book, sebuah panduan komprehensif mengenai kuliner Indonesia.
Tak kalah penting, meningkatnya kesadaran masyarakat global akan kesehatan holistik membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menawarkan layanan wellness berbasis alam dan tradisi lokal. Untuk mempromosikan potensi ini, Kemenparekraf bahkan telah menggelar Wonderful Indonesia Wellness di Solo dan DI Yogyakarta.
Widiyanti juga menambahkan bahwa tren Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE), serta popularitas gaya kerja work from anywhere (WFA), memberikan peluang bagi pelaku industri. Hal ini mendorong penciptaan paket perjalanan wisata terpadu yang menggabungkan kegiatan profesional dengan rekreasi.
Menteri Pariwisata itu menegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia bergantung pada komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan. Keberhasilan usaha tidak bisa lagi di ukur hanya dari angka kunjungan.
“Keberhasilan usaha pariwisata tidak hanya di ukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan dan budaya lokal,” tegasnya.
Dengan strategi pengelolaan yang adaptif, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Widiyanti optimistis Indonesia akan menjadi destinasi pariwisata unggulan dunia.
“Pariwisata Indonesia saat ini berada di titik strategis. Tren global berpihak pada kita, dan arah kebijakan semakin jelas. Tahun mendatang akan menjadi momentum penting untuk mewujudkan pertumbuhan yang nyata,” pungkasnya. (Tim)















