Seragam PPPK Paruh Waktu: Aturan dan Ketentuan Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Seragam PPPK Paruh Waktu: Aturan dan Ketentuan Terbaru. (Foto: jabarekspres)

Ilustrasi. Seragam PPPK Paruh Waktu: Aturan dan Ketentuan Terbaru. (Foto: jabarekspres)

Apakah PPPK Paruh Waktu Wajib Memakai Seragam KORPRI?

Britainaja – Pertanyaan mengenai penggunaan pakaian dinas untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya yang berstatus paruh waktu, belakangan sering mencuat. Banyak yang ingin tahu apakah mereka juga diwajibkan mengenakan seragam KORPRI seperti halnya Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seragam ASN bukan hanya sekadar pakaian dinas, melainkan juga simbol identitas, kebersamaan, dan profesionalisme aparatur negara. Oleh karena itu, wajar jika isu ini terus menjadi perbincangan, terutama di tengah semakin banyaknya tenaga PPPK yang direkrut pemerintah.

Landasan Hukum Seragam PPPK

Status PPPK telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, di mana mereka dinyatakan sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara. Artinya, hak dan kewajiban PPPK pada dasarnya setara dengan PNS, termasuk dalam urusan pakaian dinas.

Lebih lanjut, Permendagri Nomor 11 Tahun 2020 menegaskan bahwa PPPK diperbolehkan mengenakan:

  • Pakaian Dinas Harian (PDH), yaitu kemeja putih dengan bawahan hitam.

  • Pakaian khas daerah atau batik yang digunakan pada hari Kamis atau Jumat.

  • Baju KORPRI, khususnya dalam acara resmi seperti upacara HUT KORPRI, peringatan setiap tanggal 17, perayaan hari besar nasional, maupun rapat KORPRI.

Dengan aturan tersebut, jelas bahwa seragam KORPRI tidak hanya diperuntukkan bagi PNS, melainkan juga berlaku untuk PPPK, termasuk yang berstatus paruh waktu.

Baca Juga :  Sejarah Hari Guru Sedunia dan Makna Peringatan 5 Oktober

Pola Pemakaian Seragam PPPK Paruh Waktu

Berdasarkan regulasi yang berlaku, PPPK paruh waktu mengikuti ketentuan pakaian dinas yang sama dengan PPPK penuh waktu maupun PNS. Pola pemakaiannya meliputi:

  1. Senin – Rabu
    PPPK diwajibkan mengenakan kemeja putih dengan celana atau rok hitam sebagai PDH. Aturan ini dimaksudkan untuk menjaga keseragaman dan profesionalisme di lingkungan kerja.

  2. Kamis – Jumat
    Pegawai diperbolehkan memakai batik, lurik, tenun, atau pakaian khas daerah. Hal ini bertujuan mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus menghadirkan suasana kerja yang lebih variatif.

  3. Acara Resmi
    Dalam kegiatan kenegaraan maupun organisasi, seperti HUT KORPRI, upacara 17-an, atau rapat resmi, PPPK diharuskan mengenakan seragam batik KORPRI. Untuk pegawai perempuan, baju KORPRI biasanya dipadukan dengan rok panjang biru tua serta jilbab biru tua agar serasi.

Simbol Identitas ASN

Lebih dari sekadar aturan berpakaian, kewajiban mengenakan seragam KORPRI bagi PPPK memiliki makna penting. Seragam tersebut menjadi wujud pengakuan bahwa PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, adalah bagian integral dari ASN.

Kehadiran mereka dalam balutan seragam yang sama dengan PNS menunjukkan kebersamaan dan kesetaraan dalam mengabdi kepada negara. Dengan demikian, identitas PPPK tidak lagi dipandang sekadar sebagai tenaga kontrak, tetapi sebagai aparatur resmi yang memiliki peran vital dalam pelayanan publik.

Baca Juga :  PLN Kerahkan 100 Petugas Perbaiki Tower Listrik yang Roboh di Kerinci

Kenapa Isu Ini Jadi Sorotan?

Meski sudah ada aturan jelas, perdebatan mengenai seragam PPPK tetap muncul di lapangan. Hal ini karena sebagian orang masih menilai PPPK berbeda statusnya dengan PNS sehingga kewajiban seragam dinilai tidak sama.

Namun kenyataannya, pemerintah menegaskan bahwa penggunaan pakaian dinas yang seragam bertujuan memperkuat identitas ASN, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta menjaga citra profesional di mata masyarakat.

Seragam PPPK paruh waktu pada dasarnya sama dengan aturan bagi PNS maupun PPPK penuh waktu. Mereka wajib mengenakan PDH pada awal pekan, batik atau pakaian daerah di akhir pekan, serta seragam KORPRI pada acara resmi.

Aturan ini menegaskan bahwa PPPK, meskipun berstatus kontrak paruh waktu, tetap memiliki identitas yang diakui sebagai ASN. Penggunaan seragam tidak hanya sekadar formalitas, melainkan simbol kebersamaan, integritas, dan profesionalisme dalam melayani publik.

Dengan memahami aturan ini, para PPPK paruh waktu diharapkan bisa lebih percaya diri dalam menjalankan tugasnya. Untuk informasi terbaru mengenai kebijakan ASN dan PPPK, ikuti terus pembaruan di situs resmi pemerintah maupun portal berita terpercaya. (Tim)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako
Viral 8 Truk Kontainer Diduga Dikawal Oknum TNI, Polisi Tindak di Tol Jakarta-Cikampek
Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen
Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id
AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan
Arus Mudik Tol Cipali Turun Drastis H-1 Lebaran 2026
Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:00 WIB

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Perwira Tinggi, Achmad Kartiko Jadi Komjen

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00 WIB

Wali Kota Sukabumi Disoraki Saat Sambutan Salat Id

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

AFC Hukum Uilliam Barros, Persib Terancam Sanksi Tambahan

Berita Terbaru

Veda Ega Pratama (9) lagi-lagi menunjukkan performa impresif di Moto3 Brasil 2026 (Foto: MotoGP)

Nasional

Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Practice Moto3 Brasil 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)

Finansial

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Meski Konflik Iran Memanas

Sabtu, 21 Mar 2026 - 21:00 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang dan bertemu warga terdampak bencana, Sabtu (21/3/2026). (dok. Kemendagri)

Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bagikan 7.000 Sembako

Sabtu, 21 Mar 2026 - 20:00 WIB