KERINCI, Britainaja – Sakti Alam Kerinci, sebuah Kabupaten di Barat Provinsi Jambi, untuk menyapa dunia bukan hanya lewat megahnya Gunung Kerinci dan asrinya alam dataran tinggi. Namun di balik lembah nan hijau ini, puluhan situs megalitikum masih berdiri tegak mengukir kisah peradaban kuno yang begitu memikat.
Batu silindrik, menhir, punden berundak, batu lumpang, hingga batu sorban menjadi saksi kunci kehadiran manusia prasejarah. Peninggalan-peninggalan monumental ini membuktikan bahwa Lembah Kerinci telah menjadi pusat kehidupan berharga sejak ribuan tahun lalu.
Batu silindrik berbentuk bulat memanjang, sering kali dalam posisi rebah, menjadi ikon peninggalan yang paling mencuri perhatian. Keunikannya terletak pada seni ukir yang membekas indah di permukaannya.
- Relief Satwa & Manusia: Ukiran menggambarkan gajah, kerbau, hingga figur manusia bersosok unik yang mengenakan mahkota.
- Jendela Masa Lalu: Para peneliti memanfaatkan pahatan ini untuk membaca pola hidup, sistem kepercayaan, dan kebudayaan masyarakat dataran tinggi masa silam.
- Penghormatan Leluhur: Menhir dan punden berundak di area perbukitan sengaja mengarah ke Gunung Kerinci, memperkuat dugaan adanya ritual suci untuk menghormati roh nenek moyang.
Sebaran Situs Megalitikum di Lembah Kerinci
| Lokasi Situs | Jenis Peninggalan Utama | Ciri Khas / Nilai Sejarah |
| Desa Muak (Bukit Kerman) | Batu Patah & Batu Relief | Memiliki ukiran relief paling detail |
| Jujun, Pulau Tengah, & Benik | Batu Silindrik | Berada di kawasan pemukiman tua bernilai tinggi |
| Desa Sanggaran Agung | Batu Menhir | Temuan menhir terbaru yang masih sangat utuh |
| Sungai Liuk | Batu Sorban | Batu persegi besar, tempat meletakkan sesaji ritual |
| Hiang Tinggi | Punden Berundak & Menhir | Kompleks struktur batu bertingkat untuk ritual |
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta Putra, menegaskan pentingnya menjaga warisan berharga ini. Menurutnya, keberadaan situs megalitikum membuktikan bahwa Kerinci memegang peranan penting dalam sejarah peradaban Sumatra.
“Kerinci memiliki kekayaan budaya yang luara biasa. Situs-situs megalitikum ini menjadi bukti nyata bahwa sejarah zaman dahulu kawasan kerinci sudah menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban manusia di Sumatera,” kata Jamal.
Pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata edukasi dan budaya. Melalui langkah pendataan rutin, perawatan situs, promosi intensif, serta edukasi publik, generasi muda dapat memahami sekaligus membanggakan warisan leluhur mereka.
Batu-batu tua di lembah dan perbukitan Kerinci terus berdiri kokoh melintasi zaman. Ia bukan sekadar lanskap alam yang indah, melainkan lembaran sejarah peradaban yang terukir abadi di atas batu. (Tim)






