Kemenag: Secanggih Apa Pun AI, Tetap Tidak Punya Sanad dan Guru

AI Bisa Cari Hadis, tapi Pesantren Cetak Karakter

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - AI Bisa Cari Hadis, tapi Pesantren Cetak Karakter.

Ilustrasi - AI Bisa Cari Hadis, tapi Pesantren Cetak Karakter.

Britainaja – Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Namun, arus digitalisasi ini jangan sampai mengikis semangat belajar, karakter, dan tradisi keilmuan Islam pada generasi muda.

Kemudahan akses informasi saat ini justru menuntut kesungguhan yang lebih besar dalam menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai moral.

Pesan penting ini mengemuka dalam Orasi Ilmiah Wisuda Santri Akhirussanah XIX Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah, Tangerang Selatan, di Gedung SC STAN Bintaro pada Minggu (21/6/2026). Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan langsung orasi bertajuk “Dari Tradisi Keilmuan Menuju Peradaban: Menjadi Generasi Qur’ani di Era Kecerdasan Buatan”.

Acara ini turut menghadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah KH Muhammad Sobron Zayyan, Wakil Rektor I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. A. Tholabi Kharlie, Camat Pondok Aren, serta ratusan wali santri yang berbahagia.

Belajar dari Kegigihan Ulama Masa Lalu

Dalam orasinya, Muchlis mengajak para wisudawan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan membangun peradaban. Sejarah membuktikan bahwa peradaban Islam meraih kejayaan bukan karena kekuatan militer atau kekayaan semata, melainkan karena penghormatan yang tinggi terhadap ilmu dan para ilmuwan.

“Generasi masa lalu membangun peradaban Islam dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai energi dan sumber inspirasi. Dari tradisi kuat inilah lahir ilmuwan besar seperti Imam al-Bukhari, Al-Khawarizmi, Ibn Sina, Ibn al-Haytsam, dan Al-Biruni yang karyanya memberi manfaat bagi dunia,” ujar Muchlis.

Baca Juga :  Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile 5 Mei 2026: Panen Gems dan Pemain Bintang Gratis

Ia menceritakan bagaimana para ulama terdahulu mengorbankan seluruh usia, tenaga, dan harta demi menjaga integritas ilmu. Imam al-Bukhari, misalnya, harus menempuh perjalanan ribuan kilometer demi memverifikasi kesahihan satu hadis. Sementara itu, Imam Ahmad bin Hanbal teguh mempertahankan pendapat ilmiahnya meski harus menghadapi jeruji besi.

Teknologi Membuka Akses, Bukan Kesungguhan

Generasi hari ini patut bersyukur karena perangkat digital mempermudah segalanya. Jika dahulu para pencari ilmu harus menyalin kitab dengan tangan, kini ribuan kitab tafsir dan hadis bisa berpindah ke layar gawai dalam hitungan detik.

Namun, Muchlis mengingatkan bahwa kemudahan teknologi tidak otomatis melahirkan kesungguhan belajar.

“Generasi terdahulu minim sarana tetapi memiliki semangat yang luar biasa. Kita hari ini punya sarana melimpah, tetapi sering kali kekurangan kesungguhan. Ketulusan dedikasi manusia yang melahirkan karya besar, bukan teknologinya,” tegas Muchlis.

AI Tidak Punya Sanad dan Tanggung Jawab Moral

Muchlis menilai AI sebagai alat bantu yang sangat bermanfaat dan perlu kita optimalkan. Meski begitu, teknologi pintar ini tetap memiliki batasan mutlak. AI tidak akan pernah bisa menggantikan akal, hati, pengalaman spiritual, maupun bimbingan langsung dari seorang guru.

Baca Juga :  Klaim Kode Redeem Delta Force 16 Desember 2025: Hadiah Skin dan Item Eksklusif Resmi Garena

“AI bisa mencarikan ayat atau pendapat ulama dalam sekejap. Namun, AI tidak memiliki sanad, tidak memiliki guru, tidak mengalami proses spiritual, dan tidak memikul tanggung jawab moral atas jawabannya,” jelasnya.

Dalam tradisi Islam, esensi ilmu bukan sekadar kumpulan informasi yang benar. Keberkahan ilmu mengalir dari siapa yang mengajarkannya, bagaimana proses mendapatkannya, serta adab yang menyertainya. Oleh karena itu, AI tidak akan bisa menggeser metode talaqqi (tatap muka) antara guru dan murid yang sudah bertahan sejak zaman Rasulullah SAW.

Pesantren Jaga Nilai yang Tidak Dimiliki Mesin

Pada akhir orasinya, Muchlis menegaskan bahwa pesantren justru semakin relevan di era kecerdasan buatan. Pesantren tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan keteladanan yang nyata.

Dunia masa depan tidak kekurangan informasi, melainkan kekurangan manusia yang memiliki kebijaksanaan dan tanggung jawab moral. Dimensi spiritual inilah yang menjadi benteng utama manusia dan tidak akan pernah bisa ditiru oleh AI.

Muchlis pun menitipkan pesan menyentuh bagi para wisudawan agar terus melangkah maju.

“Jangan hanya menjadi penjaga bacaan Al-Qur’an. Jadilah pembangun peradaban dengan Al-Qur’an. Padukan kemurnian wahyu dengan kecanggihan teknologi, serta hadirkan manfaat nyata bagi kemanusiaan,” pungkasnya. (Tim)

Berita Terkait

Harga iPhone 15 Pro Max Juni 2026 Terjun Bebas: Masih Layak Anda Beli?
Ini 7 Profesi Digital yang Paling Dicari Tahun 2026 dan Wajib Dilirik
Sikat! Kode Redeem ML 23 Juni 2026: Panen Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
Oppo Find X9 Ultra: Raja Baru Fotografi Saku dengan Baterai Super Awet
Bangun Skuad Impian Tanpa Top-Up! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Juni 2026
Serbu! Kode Redeem FF 23 Juni 2026: Ambil Skin Katana dan Jersey Gratis Sekarang
Cepat Klaim! Kode Redeem Genshin Impact Juni 2026, Dapat 300 Primogem Gratis
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026, Performa Kencang Cuma Rp3 Jutaan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga iPhone 15 Pro Max Juni 2026 Terjun Bebas: Masih Layak Anda Beli?

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:00 WIB

Ini 7 Profesi Digital yang Paling Dicari Tahun 2026 dan Wajib Dilirik

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:00 WIB

Sikat! Kode Redeem ML 23 Juni 2026: Panen Diamond dan Skin Gratis Hari Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:00 WIB

Oppo Find X9 Ultra: Raja Baru Fotografi Saku dengan Baterai Super Awet

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bangun Skuad Impian Tanpa Top-Up! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Juni 2026

Berita Terbaru

Kerinci

Hesti Haris Ajak Warga Kerinci Didik Anak Lewat Sholawat

Selasa, 23 Jun 2026 - 16:00 WIB