Bupati Monadi: Jaga Adat Belui, Bentengi Anak Muda dari Judi Online

Merawat Warisan Adat Lamo Pusako Usang di Tanah Belui

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase- Pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui 2026.

Kolase- Pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui 2026.

KERINCI, Britainaja – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Bola Kaki Bintang Tiga Belui, Kecamatan Depati Tujuh. Ribuan warga berkumpul merayakan Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui 2026 pada Minggu (21/6/2026).

Acara adat yang sarat makna ini menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga warisan leluhur Kabupaten Kerinci.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., hadir langsung bersama istri untuk membuka dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi sakral ini. Kehadiran orang nomor satu di Kerinci tersebut mendapat sambutan hangat dari pemuka adat dan masyarakat setempat.

Sejumlah tokoh penting turut mendampingi Bupati dalam perhelatan budaya ini. Tampak hadir Sekretaris DPRD Provinsi Jambi Drs. M. Arif Budiman, M.H. yang mewakili Gubernur Jambi, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto beserta istri, serta Sekretaris Daerah Kerinci Zainal Efendi, S.P., M.Si. Para camat, depati, ninik mamak, alim ulama, dan cerdik pandai juga larut dalam kemeriahan acara.

Adat Sebagai Fondasi Keharmonisan Sosial

Ketua Adat, Andi Ariawan Depati, membuka jalannya acara dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci. Ia berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah dalam menjaga hukum adat yang turun-temurun mengalir di tanah Belui.

Saat berdiri di podium, Bupati Monadi langsung mengungkapkan rasa syukur dan kekagumannya atas kekompakan warga Belui. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan fondasi kokoh untuk menjaga ketertiban sosial.

Baca Juga :  Bupati Monadi Resmikan 3 Jembatan Baru di Kerinci

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Belui yang merawat warisan berharga ini. Depati tanah baserau, tanah baimbau, adat lamo pusako usang merupakan pedoman hidup yang wajib kita pegang teguh dalam keseharian,” kata Monadi dengan penuh semangat.

Monadi menegaskan bahwa adat istiadat memuat nilai peradaban tinggi yang para pendahulu bangun dengan kebijaksanaan. Oleh karena itu, tugas generasi sekarang adalah memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup dan menjadi kebanggaan anak cucu di masa depan.

Peran Pemangku Adat Memerangi Judi Online

Di hadapan para tokoh adat, Bupati Monadi memberikan penekanan khusus mengenai tantangan zaman yang mengintai generasi muda saat ini. Ia menyoroti maraknya praktik judi online yang kian meresahkan dan merusak mental anak muda.

“Saya meminta para depati, ninik mamak, alim ulama, dan seluruh tokoh masyarakat untuk bergerak aktif. Berikan arahan dan bentengi anak-anak kita agar mereka tidak terjerumus ke dalam lingkaran judi online maupun perilaku negatif lainnya yang bisa menghancurkan masa depan mereka,” ujar Monadi tegas.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci dan BAZNAS Salurkan Beasiswa Rp180 Juta untuk 180 Siswa

Selain masalah sosial, Monadi juga mengingatkan warga agar selalu menjaga kekompakan internal kelembagaan adat. Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari perpecahan atau dualisme kepemimpinan adat yang dapat memicu konflik horizontal.

“Jangan sampai muncul dualisme dalam pelaksanaan adat. Kita memiliki pedoman yang sangat jelas, yaitu adat lamo pusako usang. Kunci utama kelestarian budaya kita adalah persatuan dan rasa kekeluargaan yang erat,” tambahnya.

Menjaga Jati Diri di Tengah Arus Globalisasi

Apresiasi serupa datang dari Gubernur Jambi melalui sambutan tertulis yang beralih suara melalui Sekretaris DPRD Provinsi Jambi, M. Arif Budiman. Gubernur mengingatkan bahwa arus globalisasi membawa budaya luar yang berpotensi mengikis jati diri bangsa jika masyarakat lengah.

“Budaya dan adat istiadat adalah identitas asli daerah kita. Kita harus memperkenalkan dan melibatkan anak-anak muda dalam setiap prosesi adat sejak dini. Langkah ini penting agar nilai-nilai luhur dari nenek moyang kita tidak hilang ditelan zaman,” sebut Arif saat membacakan pesan Gubernur Jambi.

Acara Kenduri Sko Tigo Luhah Belui 2026 ini pun ditutup dengan rangkaian prosesi ritual adat yang meriah dan penuh warna. Seluruh elemen masyarakat yang hadir pulang dengan satu tekad bersama: menjaga keaslian budaya Kerinci sekaligus melindungi masa depan generasi penerusnya. (Tim)

Berita Terkait

Pimpin Pembagian Bendera Merah Putih, Bupati Monadi Sekaligus Lepas Paskibraka Kerinci
Pemerintah Siapkan Perubahan Status PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di Kemenag Kerinci
Dinas Kesehatan Kerinci Raih Penghargaan Zakat Terbanyak Semester I 2026
Pemkab Kerinci dan BAZNAS Salurkan Beasiswa Rp180 Juta untuk 180 Siswa
Sedia Payung! Kerinci dan Sungai Penuh Berpotensi Hujan Petir Sore Ini
Wabup Murison Buka Workshop KRB 2026: Langkah Nyata Wujudkan Kerinci Tangguh Bencana
Bupati Monadi Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Tutung Bungkuk
Inilah Sosok Tiga Pelaku Perampokan Emas Rp75 Juta di Sungai Penuh
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Pimpin Pembagian Bendera Merah Putih, Bupati Monadi Sekaligus Lepas Paskibraka Kerinci

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Pemerintah Siapkan Perubahan Status PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di Kemenag Kerinci

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Dinas Kesehatan Kerinci Raih Penghargaan Zakat Terbanyak Semester I 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Pemkab Kerinci dan BAZNAS Salurkan Beasiswa Rp180 Juta untuk 180 Siswa

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:03 WIB

Sedia Payung! Kerinci dan Sungai Penuh Berpotensi Hujan Petir Sore Ini

Berita Terbaru