Indonesia Dorong ASEAN Wujudkan Dunia Digital yang Aman dan Bersahabat untuk Anak

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya. (Foto: Dok Humas Kemkomdigi).

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya. (Foto: Dok Humas Kemkomdigi).

Britainaja – Dalam forum ASEAN ke-17 yang membahas tanggung jawab menteri-menteri informasi se-Asia Tenggara (AMRI), Indonesia menyerukan pentingnya menciptakan ekosistem digital yang aman dan layak bagi anak-anak. Seruan ini disampaikan oleh Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), saat berbicara dalam diskusi tingkat menteri bertajuk “MAJU: Media Advancing Joint Understanding” di Brunei Darussalam.

Ia menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Brunei Darussalam selama menjadi ketua forum AMRI ke-17. Menurutnya, komitmen Brunei dalam menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai agenda utama telah mendorong kolaborasi nyata di antara negara-negara ASEAN.

Baca Juga :  Nobar Gerhana Bulan Total di Planetarium Jakarta, Tiket Gratis!

“Anak-anak adalah aset masa depan ASEAN. Mereka menghadapi berbagai tantangan di dunia maya, mulai dari informasi palsu hingga ujaran kebencian. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman dan mendidik,” ungkap Fifi dalam siaran pers yang diterima media pada Senin, 12 Mei 2025 yang lalu.

Lebih lanjut, Fifi menekankan bahwa percepatan transformasi digital di dunia membawa dua sisi mata uang: peluang dan risiko. Meskipun akses informasi menjadi lebih mudah, potensi kejahatan siber terhadap anak-anak juga semakin meningkat.

Baca Juga :  Forum Purnawirawan Soroti Kepemimpinan Gibran, Prabowo Minta Masyarakat Tetap Tenang

Sebagai bentuk komitmen, Indonesia terus memperkuat regulasi dan meningkatkan literasi digital masyarakat. Salah satu inisiatif yang tengah dijalankan adalah Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi banjirnya informasi di ruang digital.

“Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat, melainkan dasar untuk membentuk kesadaran dalam memilah informasi. Sudah saatnya ASEAN bersatu untuk memperkuat ketahanan digital masyarakat,” ujar Fifi.

Dengan dukungan negara-negara ASEAN, diharapkan lahir kebijakan bersama yang mampu memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak di ruang digital. (Tim)

Berita Terkait

Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru
MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi
Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air
Cara Cek Hasil Administrasi BIB 2026 dan Panduan Masa Sanggah
Kabar Gembira! Tunjangan Guru Non-ASN Resmi Naik Jadi Rp2 Juta Sebulan
Strategi Baru BGN: Siswa Mampu Tak Lagi Dapat MBG
Bansos BPNT Juni 2026 Cair! Ini 3 Cara Mudah Cek Nama Anda
Pemda Terus Rekrut Honorer Saat Moratorium, Ada Apa?
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB

Cara Cek Hasil Administrasi BIB 2026 dan Panduan Masa Sanggah

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:04 WIB

Kabar Gembira! Tunjangan Guru Non-ASN Resmi Naik Jadi Rp2 Juta Sebulan

Berita Terbaru

One Piece: Grand Gourmet

Tech & Game

Game One Piece x Kairosoft Siap Rilis Oktober 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:00 WIB