Britainaja – Pada Selasa (12/5/2026) pagi kemarin, suasana berbeda dari hari biasanya begitu terasa di ruang Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Muaro Jambi.
Suasana ruang pemeriksaan yang dikenal begitu tegang dan menakutkan, pagi itu berubah drastis karena aroma manis dari kue ulang tahun sederhana. Di sana, Yn (42), seorang mantan pengusaha brondol sawit, duduk tertunduk mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.
Alunan lagu “Selamat Ulang Tahun” milik Jamrud yang berkumandang di ruangan itu justru membuat hati Yn tersayat. Pria ini harus merayakan hari kelahirannya di balik dinginnya jeruji besi, bukan di rumah bersama keluarga tercinta.
Tangis Pecah Saat Buah Hati Datang
Pertahanan Yn runtuh seketika saat istri, orang tua, dan kedua anaknya yang masih kecil hadir di hadapannya. Isak tangis pria yang terbiasa bekerja keras di lapangan sawit wilayah Maro Sebo ini pecah tanpa kendali.
Kehadiran keluarga ini merupakan wujud kasih sayang yang tulus meski Yn telah berbuat salah. Sang istri mengaku bahwa perayaan sederhana ini adalah permintaan langsung dari anak-anak mereka yang berusia 10 dan 8 tahun. Mereka sangat ingin merayakan hari kelahiran sang ayah walau hanya di dalam ruang tahanan.
Momen paling menyayat hati terjadi saat Yn menyuapkan potongan kue ke mulut anak dan istrinya satu per satu. Suapan tersebut menjadi simbol penyesalan mendalam sekaligus janji untuk bertaubat. Bahkan, para petugas kepolisian yang berjaga tidak mampu membendung air mata melihat pemandangan emosional tersebut.
Alasan Stamina Berujung Jeruji Besi
Meski penuh haru, proses hukum tetap berjalan. Polisi meringkus Yn beberapa waktu lalu dengan barang bukti lima paket sabu seberat 2,65 gram. Kepada penyidik, Yn memberikan alasan klasik: ia menggunakan narkoba sebagai “suplemen” instan untuk menghadapi beban kerja fisik di bisnis sawit.
Mirisnya, ia juga kerap membagikan barang haram tersebut kepada sopir truk pengangkut sawit dengan dalih solidaritas. Kini, alasan mencari stamina tersebut justru menghancurkan hidupnya dan memisahkan dirinya dari pelukan hangat anak-anaknya.
Pendekatan Humanis Polres Muaro Jambi
Kasat Narkoba Polres Muaro Jambi, AKP Jeki Noviardi, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan izin kunjungan khusus ini sebagai bentuk pendekatan humanis. Kepolisian ingin menyentuh sisi emosional para tahanan agar mereka memiliki motivasi kuat untuk bertaubat secara tulus.
“Kami menghargai hak emosional dan hubungan kekeluargaan meski mereka sedang menjalani proses hukum,” ujar AKP Jeki.
Ia berharap momen ini menjadi titik balik bagi Yn untuk meninggalkan dunia gelap narkoba dan kembali menjadi sosok ayah yang baik bagi keluarganya.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mengapa tahanan diizinkan merayakan ulang tahun di Polres Muaro Jambi? Polres Muaro Jambi menerapkan pendekatan humanis untuk menyentuh sisi emosional tahanan agar memberikan efek jera yang tulus dan memotivasi mereka untuk bertaubat.
2. Apa kasus yang menjerat Yn? Yn merupakan tahanan kasus narkotika dengan barang bukti berupa 5 paket sabu seberat 2,65 gram.
3. Apa motif Yn menggunakan narkoba? Yn berdalih menggunakan narkoba sebagai penambah stamina untuk menahan beban kerja fisik di sektor bisnis brondol sawit.
4. Siapa yang menginisiasi perayaan ulang tahun tersebut? Perayaan ini merupakan permintaan dari anak-anak Yn yang sangat merindukan sosok ayah mereka. (Tim)






