Britainaja – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang membawa kabar baik bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Tahun ini, proses pembagian daging kurban tidak lagi menggunakan kupon kertas yang rawan hilang atau rusak.
Sebagai gantinya, pemerintah menerapkan teknologi pemindaian barcode untuk menciptakan sistem yang lebih tertib, cepat, dan transparan.
Inovasi ini lahir dari hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Selama ini, kupon fisik sering memicu masalah, mulai dari antrean panjang yang melelahkan hingga upaya oknum tertentu yang mencoba menggandakan kupon.
“Kami ingin menghapus potensi manipulasi kupon dan penumpukan massa di satu titik,” ujar Ketua Panitia Kurban Pemkot Padang, Didi Aryadi, pada Kamis (7/5/2026).
Solusi Macet dan Kerumunan
Selain memudahkan distribusi, sistem digital ini bertujuan mengurai kemacetan di sekitar Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Biasanya, kerumunan warga dan kendaraan di lokasi tersebut sering mengganggu aktivitas masyarakat umum. Dengan sistem baru, alur keluar masuk peserta menjadi lebih teratur.
Zul Asfi Lubis, Kasubag Bina Mental Bagian Kesra Setdako Padang, menjelaskan betapa praktisnya sistem ini. Peserta cukup menunjukkan barcode di ponsel mereka kepada petugas.
“Setelah petugas memindai barcode, peserta langsung mendapatkan 1,5 kg daging kurban tanpa birokrasi yang berbelit,” jelas Zul Asfi. Hebatnya lagi, sistem akan otomatis mengunci kode yang sudah terpakai sehingga tidak ada celah untuk pengambilan ganda.
Lebih Hijau dan Lebih Sehat
Tak hanya soal teknologi, Pemkot Padang juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Di sisi lain, jaminan kesehatan hewan kurban tetap menjadi prioritas utama menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Tim Kesehatan Hewan (Keswan) dari Dinas Pertanian Kota Padang saat ini terus bergerak menyisir lokasi penampungan ternak.
Hewan yang lolos pemeriksaan fisik, cukup umur, dan tidak cacat akan mendapatkan label telinga (penning) berwarna putih sebagai tanda layak kurban.
Kepala UPT Puskeswan Kota Padang, drh. Yasir Irawan, mengungkapkan bahwa hingga pekan pertama Mei 2026, lebih dari 60 persen hewan yang diperiksa sudah mengantongi sertifikat layak kurban. Pemerintah mengerahkan tiga tim khusus yang akan terus bekerja hingga H-2 Iduladha guna memastikan warga mendapatkan daging dari hewan yang benar-benar sehat.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mengapa Pemkot Padang menggunakan barcode untuk kurban? Untuk mencegah manipulasi kupon fisik, mengurangi antrean panjang, dan menghindari kemacetan di area pembagian.
2. Berapa jatah daging yang diterima setiap peserta kurban ASN? Setiap peserta yang memiliki barcode valid berhak mendapatkan 1,5 kg daging kurban.
3. Bagaimana cara mengetahui hewan kurban di Padang sehat dan layak? Hewan yang sudah melalui pemeriksaan petugas akan memiliki label atau penning berwarna putih di telinganya.
4. Apakah sistem barcode ini bisa digunakan dua kali? Tidak. Sistem akan mengunci otomatis barcode yang sudah dipindai sehingga satu kode hanya berlaku untuk satu kali pengambilan. (Tim)






