Britainaja – Menyambut kehadiran buah hati tentu membawa kebahagiaan luar biasa bagi setiap orang tua. Sebagai bentuk rasa syukur, umat Muslim terbiasa melaksanakan ibadah aqiqah.
Namun, seringkali muncul pertanyaan di tengah masyarakat: “Bolehkah ayah dan ibu ikut menyantap daging aqiqah anaknya sendiri?”
Mari kita bedah penjelasannya berdasarkan tuntunan hadits dan pendapat para ulama agar ibadah Anda semakin sempurna.
Apa Itu Aqiqah?
Secara syariat, aqiqah merupakan amalan sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap bayi yang lahir “tergadai” dengan aqiqahnya.
Hal ini mencakup penyembelihan hewan, mencukur rambut bayi, serta pemberian nama yang baik pada hari ketujuh setelah kelahiran.
Dalam sejarahnya, Nabi Muhammad SAW sendiri mengaqiqahi cucu beliau, Al-Hasan dan Al-Husain, masing-masing dengan seekor kambing kibasy.
Hukum Orang Tua Memakan Daging Aqiqah
Kabar baik bagi Anda, para orang tua. Berdasarkan panduan dalam buku Modul Fikih Ibadah karya Rosidin, orang tua dan keluarga inti boleh memakan daging aqiqah anaknya.
Islam tidak melarang keluarga yang menyelenggarakan aqiqah untuk ikut menikmati hidangan tersebut. Justru, momen ini bisa menjadi waktu berkumpulnya keluarga besar untuk mensyukuri nikmat keturunan.
Panduan Pembagian Daging yang Benar:
Meski keluarga boleh memakannya, ada beberapa aturan penting yang perlu Anda perhatikan:
-
Jangan Menjual Daging: Anda dilarang keras menjual bagian apa pun dari hewan aqiqah, termasuk kulit atau tulangnya.
-
Sedekah untuk Sesama: Sebagian daging harus Anda bagikan kepada tetangga, fakir miskin, hingga kerabat.
-
Boleh untuk Non-Muslim: Anda juga boleh berbagi daging aqiqah kepada tetangga non-muslim sebagai bentuk kasih sayang dan sarana dakwah.
Sajikan dalam Keadaan Matang
Berbeda dengan daging kurban yang biasanya dibagikan dalam kondisi mentah, para ulama lebih menyarankan pembagian daging aqiqah dalam keadaan sudah dimasak.
Hal ini merujuk pada kebiasaan Ummul Mukminin Aisyah RA. Beliau menjelaskan bahwa memasak daging aqiqah sebelum membagikannya adalah bagian dari sunnah. Selain memudahkan penerima, hal ini juga simbol kegembiraan yang siap dinikmati bersama.
Tips: Saat memasak, usahakan tidak mematahkan tulang hewan tersebut sebagai bentuk harapan (tafa’ul) agar sang bayi tumbuh dengan fisik yang kuat dan sehat.
Syarat Hewan Aqiqah yang Sah
Agar ibadah Anda sah di mata Allah SWT, pastikan hewan yang Anda pilih memenuhi standar berikut:
-
Sehat & Tidak Cacat: Hindari hewan yang buta, pincang, kurus kering, atau sakit.
-
Jumlah Hewan: Sunnahnya adalah dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk bayi perempuan.
-
Kualitas Terbaik: Pilihlah hewan terbaik sebagai bentuk totalitas rasa syukur Anda kepada Sang Pencipta.
Melaksanakan aqiqah adalah wujud cinta orang tua kepada anak dan ketaatan kepada Allah. Anda boleh menikmati dagingnya bersama keluarga, namun tetaplah mengutamakan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.
Semoga sang buah hati tumbuh menjadi anak yang salih dan berbakti. Wallahu a’lam.






