Britainaja – Dunia bisnis pariwisata tanah air dikejutkan dengan kabar terbaru dari PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA). Secara mengejutkan, lima orang pemegang kemudi di jajaran Direksi dan Dewan Komisaris memutuskan untuk meletakkan jabatan mereka secara bersamaan pada Rabu, 29 April 2026.
Langkah besar ini mulai terungkap ke publik melalui keterbukaan informasi yang perusahaan sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (30/4). Kini, emiten penyedia jasa perjalanan ini tengah bersiap menata ulang nahkoda organisasi mereka.
Siapa Saja yang Mengundurkan Diri?
Perubahan besar ini melibatkan nama-nama krusial yang selama ini mengisi posisi strategis di SONA. Berdasarkan data resmi perusahaan, berikut adalah daftar jajaran petinggi yang memilih mundur:
-
Wei Lawrence Lai (Wakil Presiden Direktur)
-
Vinay Lamba (Direktur)
-
Milan Rabold (Direktur)
-
John L. Sigalos (Wakil Presiden Komisaris)
-
Kevin Quoc Hong (Komisaris)
Sekretaris Perusahaan SONA, Budi Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihak internal telah menerima surat pengunduran diri tersebut secara resmi.
“Pihak perusahaan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada tanggal 29 April 2026,” jelas Budi dalam keterangan tertulisnya.
Nasib Perusahaan ke Depan
Meskipun terjadi pengunduran diri massal di level pimpinan, para investor dan pelanggan tidak perlu merasa khawatir. Manajemen SONA menegaskan bahwa roda bisnis tetap berputar seperti biasa. Budi menjamin bahwa peristiwa ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kepatuhan hukum perusahaan.
Sebagai langkah lanjutan, SONA akan segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pertemuan ini bertujuan untuk menentukan siapa sosok-sosok baru yang akan mengisi kursi kepemimpinan dan membawa visi segar bagi masa depan perusahaan.
Sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK), rapat krusial ini harus terlaksana paling lambat 90 hari sejak surat pengunduran diri diterima. Fokus utama saat ini adalah memastikan transisi berjalan mulus demi menjaga kepercayaan pasar di sektor pariwisata yang kian kompetitif. (Tim)






