Britainaja – Kabar kurang sedap datang dari pasar valuta asing pagi ini. Mata uang kebanggaan kita, Rupiah, kembali menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), posisi Rupiah kian terpojok dan mulai mendekati level psikologis baru di angka Rp 17.400/US$.
Kondisi ini memaksa sejumlah perbankan besar di tanah air menyesuaikan nilai tukar mereka. Bahkan, beberapa bank sudah mematok harga jual Dolar AS di atas angka Rp 17.400.
Rincian Kurs Dolar di Berbagai Bank Besar
Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi valas hari ini, berikut adalah pantauan harga jual dan beli di beberapa bank utama:
-
Bank Mandiri Melalui layanan Telegraphic Transfer (TT) Counter, Bank Mandiri mematok harga jual Dolar AS di level Rp 17.450 dengan harga beli Rp 17.150. Sementara untuk Special Rate, harga jual berada di angka Rp 17.360.
-
BCA BCA menawarkan kurs jual melalui layanan TT Counter sebesar Rp 17.530, sedangkan harga belinya berada di posisi Rp 17.230. Untuk layanan e-Rate, harga jual dipatok senilai Rp 17.393.
-
CIMB Niaga & Maybank CIMB Niaga mematok kurs jual di angka Rp 17.374. Sementara itu, Maybank menetapkan harga jual e-Rate sebesar Rp 17.378 dan harga jual TT Counter yang mencapai Rp 17.460.
-
Permata Bank Untuk transaksi bank notes, Permata Bank memasang harga jual di level Rp 17.465 dengan harga beli Rp 17.235.
Mengapa Rupiah Semakin Tertekan?
Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.20 WIB, Rupiah melemah sekitar 0,55% ke posisi Rp 17.370/US$. Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup dalam jika kita bandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp 17.275.
Sentimen Dolar AS yang sangat kuat di pasar global menjadi faktor utama yang menjepit posisi mata uang Garuda. Tekanan ini mulai terasa sejak pembukaan pasar, di mana Rupiah langsung melandai ke level Rp 17.340 sebelum akhirnya terus merosot sepanjang pagi.
Kenaikan harga Dolar ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama bagi Anda yang sering melakukan transaksi impor atau berencana bepergian ke luar negeri dalam waktu dekat. Tetap pantau pergerakan ekonomi terkini untuk mengambil langkah finansial yang tepat. (Tim)






