Mengungkap Sosok Misterius Haji Pertama dari Nusantara

Jejak Samudera: Saat Saudagar Nusantara Menuju Makkah

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj perkuat pengawasan lintas kementerian untuk cegah praktik haji ilegal jelang keberangkatan haji 2026. (Pexels)

Kemenhaj perkuat pengawasan lintas kementerian untuk cegah praktik haji ilegal jelang keberangkatan haji 2026. (Pexels)

Britainaja – Siapa sebenarnya orang pertama dari Indonesia yang menginjakkan kaki di Tanah Suci? Pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi sejarah Islam di Nusantara. Namun, jawabannya ternyata menyimpan lembaran sejarah yang sangat kaya dan tidak sekadar satu nama saja.

Alih-alih bermula dari ulama besar, jejak awal haji Indonesia justru lahir dari keberanian para saudagar, pelaut, dan kaum bangsawan. Mereka menembus batas samudera demi sebuah pencarian spiritual yang luar biasa.

Jejak Awal: Antara Fakta dan Cerita Rakyat

Hubungan Nusantara dengan Timur Tengah sebenarnya sudah mekar sejak abad awal Masehi. Para pedagang dari Arab, Persia, dan India rutin singgah di pelabuhan-pelabuhan besar kita.

Moeflich Hasbullah dalam bukunya, Islam & Transformasi Masyarakat Nusantara, menjelaskan bahwa interaksi intens ini membuka peluang besar bagi masyarakat lokal untuk mengenal ibadah haji lebih awal. Bahkan, sejarah mencatat komunikasi antara Raja Sri Indravarman dari Sriwijaya dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada abad ke-8. Meski belum ada bukti fisik yang kuat, banyak yang meyakini sang raja mungkin saja telah melakukan perjalanan ke Makkah.

Haji Purwa: Sang Pelopor dari Tanah Sunda

Dalam tradisi masyarakat Sunda, nama Haji Purwa menempati posisi istimewa sebagai pionir. Ia memiliki nama asli Bratalegawa, seorang putra bangsawan dari Kerajaan Galuh yang lahir sekitar tahun 1350 M.

Baca Juga :  Jadwal Haji 2026: Panduan Lengkap Kegiatan & Aturan Asrama Haji

Namun, Bratalegawa memilih jalan hidup yang berbeda. Ia menekuni dunia perdagangan dan berlayar hingga ke India, Persia, dan Jazirah Arab. Di sanalah ia memeluk Islam setelah bertemu dengan seorang perempuan Muslim dari Gujarat.

Setelah menunaikan ibadah haji, ia kembali ke tanah air dan menyandang gelar “Haji Purwa”, yang secara harfiah berarti “Haji Pertama”. Namanya abadi dalam naskah klasik seperti Carita Parahiyangan dan Naskah Wangsakerta.

Tokoh Lain dalam Catatan Sejarah

Selain Haji Purwa, para peneliti menemukan beberapa nama lain yang tercatat dalam dokumen yang lebih kuat:

  • Laksamana Malaka: Sejarawan Henri Chambert-Loir menyebut seorang laksamana dari Malaka yang berhaji pada tahun 1482.

  • Pangeran Abdul Dohhar: Putra Sultan Ageng Tirtayasa ini berangkat ke Makkah sekitar tahun 1630 bersama rombongan pedagang besar.

Haji: Jalinan Dagang dan Dakwah

Menariknya, sejarah haji kita bukan sekadar perjalanan ibadah. Haji pada masa itu adalah bagian dari jaringan global. Para pelaut Muslim tidak hanya membawa komoditas dagang, tetapi juga menjalin ikatan pernikahan dan menyebarkan ajaran Islam di sepanjang jalur pelayaran.

Baca Juga :  7 Amalan Sunnah dan Persiapan Batin Menuju Haji Mabrur

Perjalanan ini pun bukan tanpa risiko. Sebelum teknologi modern hadir, jamaah harus bertaruh nyawa di laut selama berbulan-bulan, menghadapi cuaca ekstrem, hingga ancaman penyakit. Tak heran jika mereka yang berhasil pulang mendapat penghormatan tinggi sebagai sosok yang tangguh secara fisik dan mental.

Mengapa Sulit Menunjuk Satu Nama?

Hingga saat ini, sejarawan sulit memastikan satu nama absolut karena beberapa alasan:

  1. Minimnya Dokumen Tertulis: Banyak catatan awal hanya berupa tradisi lisan atau naskah lokal.

  2. Identitas Bangsa: Saat itu “Indonesia” belum ada; yang ada hanyalah kerajaan-kerajaan yang tersebar.

  3. Mobilitas Tinggi: Banyak orang bepergian tanpa dokumentasi resmi, sehingga jejak mereka sulit terlacak secara administratif.

Warisan Peradaban

Pada akhirnya, mencari siapa “yang pertama” hanyalah pintu masuk untuk memahami proses besar Islamisasi di Indonesia. Sosok seperti Haji Purwa dan para pelaut anonim lainnya telah membuka jalan bagi jutaan jamaah haji Indonesia saat ini. Mereka membuktikan bahwa niat yang kuat mampu melampaui batas samudera dan waktu, membentuk identitas spiritual bangsa yang kita kenal sekarang. (Tim)

Berita Terkait

7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Pandangan Hukum Islam dan Undang-Undang, Terkait Hukuman Mati untuk Koruptor
Fakta Tinggi Nabi Adam AS Menurut Hadis Sahih dan Perkiraan Panjang Langkah Kakinya
3 Amal Jariyah yang Bikin Pahala Terus Mengalir Setelah Meninggal Dunia
10 Peristiwa Besar Bulan Safar: Bukti Sejarah Islam yang Mematahkan Mitos Sial
Menatap Masa Depan Jiwa: 5 Renungan Alam Kubur yang Menggugah Hati
7 Amalan Setelah Sholat Dhuha Agar Rezeki Mengalir Deras
Doa Pembukaan MPLS 2026 Untuk Siswa Baru yang Menyentuh Hati
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:03 WIB

7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:00 WIB

Pandangan Hukum Islam dan Undang-Undang, Terkait Hukuman Mati untuk Koruptor

Senin, 20 Juli 2026 - 15:10 WIB

Fakta Tinggi Nabi Adam AS Menurut Hadis Sahih dan Perkiraan Panjang Langkah Kakinya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

3 Amal Jariyah yang Bikin Pahala Terus Mengalir Setelah Meninggal Dunia

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:15 WIB

10 Peristiwa Besar Bulan Safar: Bukti Sejarah Islam yang Mematahkan Mitos Sial

Berita Terbaru

Samsung Galaxy Z Flip 8 & Fold 8 Series. (Duniagames)

Tech & Game

Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Flip 8 & Fold 8 Series di Indonesia

Kamis, 23 Jul 2026 - 06:07 WIB

Digimon UP . (Duniagames)

Tech & Game

Cara Mudah Mengatasi Digimon UP Error 19001, 21102, & 11006

Kamis, 23 Jul 2026 - 04:05 WIB