Indonesia Desak PBB Beri Jaminan Keamanan Total bagi Prajurit TNI di Lebanon

Bukan untuk Berperang: Memahami Misi Suci Prajurit TNI di Lebanon

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon tiba di Bandara Soekarno-Hatta. (Liputan6.com)

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon tiba di Bandara Soekarno-Hatta. (Liputan6.com)

Britainaja – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas demi melindungi nyawa para penjaga perdamaian di kancah internasional. Menyusul tragedi yang merenggut nyawa tiga prajurit terbaik TNI di Lebanon, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menuntut jaminan keamanan penuh dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menjaga Damai, Bukan Mencari Perang

Menlu Sugiono menekankan bahwa pasukan TNI mengemban misi suci untuk menjaga perdamaian (peacekeeping), bukan menciptakan perdamaian melalui kontak senjata (peacemaking). Hal ini ia sampaikan saat berada di Tangerang pada Sabtu (4/4/2026).

“PBB harus memberikan garansi keamanan bagi prajurit kita. Mereka berada di sana untuk menjaga kedamaian, bukan untuk berperang,” tegas Sugiono.

Baca Juga :  Sir David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Kesatria oleh Raja Charles III

Ia menjelaskan bahwa secara teknis, para prajurit yang tergabung dalam misi UNIFIL tidak memiliki perlengkapan maupun pelatihan untuk terlibat dalam pertempuran aktif. Seluruh fokus mereka adalah mempertahankan situasi kondusif yang sudah ada di wilayah konflik.

Tuntutan Evaluasi Menyeluruh Prosedur PBB

Tragedi yang menewaskan Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon menjadi duka mendalam bagi bangsa. Indonesia menilai serangan terhadap personel PBB merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa kita toleransi.

Indonesia kini mendesak PBB untuk melakukan dua hal utama:

  1. Evaluasi Total: Meninjau kembali prosedur keselamatan di lapangan, khususnya bagi personel UNIFIL di Lebanon.

  2. Investigasi Transparan: Mengusut tuntas pelaku serangan dan memberikan keadilan bagi para korban.

Baca Juga :  Stop Fotokopi e-KTP! Simak Bahaya dan Aturan Main UU PDP yang Baru

Langkah Diplomasi Agresif di Dewan Keamanan

Pemerintah tidak tinggal diam. Melalui jalur diplomasi, Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat luar biasa. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan seluruh personel perdamaian di mana pun mereka bertugas.

Indonesia mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang menyasar fasilitas maupun personel PBB. Bagi pemerintah, keselamatan prajurit adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan mandat dunia. (Tim)

Berita Terkait

Maksimalkan Kantin Sekolah, Badan Gizi Nasional Percepat Program Makan Gratis di Wilayah 3T
Polres Sijunjung Gagalkan Penyelundupan Bio Solar Subsidi ke Tambang Emas Ilegal Jambi
Menanti 15 Tahun, Jemaah Haji Gowa Tampil Anggun dengan Gaun Berkilau Rp8 Juta
Peluang Emas! Kemensos Buka 3.053 Formasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Mendag Pastikan Harga MinyaKita Bakal Naik, Saat Ini Rp15.700 per Liter
Skandal Imigrasi: KPK Ungkap Pemerasan Dokumen Capai Ratusan Miliar
Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional
Mantan Istri Reza Smash Terjerat Sindikat Love Scamming Rp 41 Miliar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:00 WIB

Maksimalkan Kantin Sekolah, Badan Gizi Nasional Percepat Program Makan Gratis di Wilayah 3T

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:00 WIB

Polres Sijunjung Gagalkan Penyelundupan Bio Solar Subsidi ke Tambang Emas Ilegal Jambi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:00 WIB

Menanti 15 Tahun, Jemaah Haji Gowa Tampil Anggun dengan Gaun Berkilau Rp8 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:00 WIB

Peluang Emas! Kemensos Buka 3.053 Formasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:00 WIB

Mendag Pastikan Harga MinyaKita Bakal Naik, Saat Ini Rp15.700 per Liter

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem ML Hari Ini 7 Juni 2026.

Showbiz

Serbuan Diamond Gratis! Kode Redeem ML Hari Ini 7 Juni 2026

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:00 WIB